Showing posts with label UKOM. Show all posts
Showing posts with label UKOM. Show all posts

Tuesday

Jadwal Uji Kompetensi D3 Perawat Serta ners Periode Juli 2019

Jadwal Uji Kompetensi D3 Perawat Serta Ners Periode Juli 2019


Halo teman-teman sahabat perawatkitasatu.com semuanya. Akhirnya pada tanggal 14 Mei 2019 kelluarjuga jadwal UKOM Keperawatan ntuk D3 dan Ners. Berikut ini telah kami siapkan untuk teman-teman semuanya jadwal lengkap Uji Kompetensi (UKOM) D3 Perawat dan Ners periode 2 yaitu Juli 2019 yang berasal dari ristekdikti

Jadwal Uji Kompetensi D3 Perawat Serta ners Periode Juli 2019

Berikut ini surat keputusan Jadwal UKOM Periode 2 Tahun 2019 yang disertai jadwal lengkapnya




Kepada Yth.
  1. Rektor/Direktur/Pimpinan Institusi Pendidikan Tinggi bidang Tenaga Kesehatan;
  2. Koordinator Kopertis Wilayah I – XIV.
Dalam rangka penjaminan mutu dan standardisasi kompentensi lulusan pendidikan Program Diploma III Kebidanan, Diploma III Keperawatan, Pendidikan Profesi Ners, dan Tenaga Kesehatan Lain, maka dilakukan uji kompetensi nasional sebagai bagian dari proses evaluasi pembelajaran yang telah dilaksanakan sejak tahun 2013 dan diatur melalui Permenristekdikti No. 12 tahun 2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan. Sehubungan dengan persiapan pelaksanaan uji kompetensi nasional tahun 2019, mohon Bapak dan Ibu selaku pimpinan institusi untuk memperhatikan dan mempersiapkan hal-hal penting sebagai berikut:
  1. Peserta Uji Kompetensi adalah mahasiswa dan lulusan dari program studi Diploma III Kebidanan, Diploma III Keperawatan, Pendidikan Profesi Ners, dan Tenaga Kesehatan Lain yang memiliki izin penyelenggaraan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang masih berlaku, dengan kriteria sebagai berikut:
    1. Mahasiswa yang telah menyelesaikan proses pendidikan;
    2. Lulusan setelah bulan Agustus 2013 yang sudah memiliki ijazah dari Perguruan Tinggi, namun belum memiliki sertifikat kompetensi atau sertifikat profesi;
    3. Peserta yang tidak lulus uji kompetensi pada periode sebelumnya.

  2. Calon peserta uji kompetensi harus terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti). Untuk itu, pimpinan institusi harus memastikan semua calon peserta uji yang memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud pada klausul 1 (satu) terdaftar pada PD-Dikti.

  3. Pendaftaran calon peserta uji kompetensi dilakukan melalui sistem registrasi online dengan batas waktu 13 - 21 Mei 2019 dan alamat laman sebagai berikut:
    1. Uji kompetensi DIII Kebidanan: ukbidan.ristekdikti.go.id
    2. Uji kompetensi DIII Keperawatan: ukperawat.ristekdikti.go.id
    3. Uji kompetensiPendidikan Profesi Ners: ukners.ristekdikti.go.id
    4. Uji kompetensi Tenaga Kesehatan Lain: uknakes.ristekdikti.go.id

  4. Uji kompetensi nasional diselenggarakan oleh panitia nasional sesuai dengan Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No 42/M/KPT/2018 tentang Panitia Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Keperawatan dan Pendidikan Kebidananpada periode sebagai berikut:
    Program Studi
    Waktu Pelaksanaan Periode II
    Pendidikan Profesi Ners
    20 Juli 2019
    DIII Keperawatan
    03 Agustus 2019
    DIII Kebidanan
    27 Juli 2019
    Tenaga Kesehatan Lain
    24-25 Agustus 2019

  5. Biaya pelaksanaan uji kompetensi sesuai dengan Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 307/M/Kp/IV/2015 tentang Satuan Biaya Penyelenggaraan Uji Kompetensi Program Diploma III Kebidanan, Diploma III Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners adalah sebagai berikut:
    1. Program studi dengan metode uji dengan Paper Based Test (PBT) sebesar Rp 225.000,- (dua ratus dua puluh lima ribu rupiah)
    2. Program studi dengan metode uji dengan Computer Based Test (CBT) sebesar Rp 275.000,- (dua ratus tujuh puluh lima ribu rupiah).

  6. Biaya pelaksanaan uji kompetensi dibayarkan menggunakan Virtual Account (VA) yang tersedia dalam sistem Registrasi Online(ROL)

  7. Biaya pelaksanaan uji kompetensi sebagaimana dimaksud pada klausul 5 merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang penggunaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Sumber : ristekdikti.go.id dan telah disempurnakan oleh www.perawatkitasatu.com

Jika dari tema-teman ingin mencari referensi pembelajaran latihan soal silahkan baca dari situs website ini ataupun dari situs website lainnya yang kami rekomendasikan seperti dibawah ini :
Dari keempat blog diatas merupakan wadah terbesar kumpulan soal Uji Kompetensi Keperawatan yang kami rekomendasikan karena membuat ribuan contoh soal UKOM Keperawatan disertai Kunci Jawaban dan Pembahasan Edisi Tahun 2019/2020

Demikianlah artikel kami ini, semoga Jadwal Uji Kompetensi D3 Perawat Serta ners Periode Juli 2019 dapat membatu teman-teman semuanya dan dapat mempersiapkan diri menghadai Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan semaksimal mungkin. Semangat teman-teman semuanya.

Wednesday

Soal UKOM Perawat Lengkap dengan Kunci Jawaban

Berikut ini adalah Latihan Uji Kompetensi Perawat (UKOM) bagian ke 125 beserta kunci jawabannya serta pembahasannya

Soal UKOM Perawat PDF, Soal Ukom D3 pdf, Soal Ukom S1 pdf, Soal Ukom Ners pdf, soal perawat ke 125
Nursing Care Problem for UKOM

Uji Kompetensi Keperawatan Nasional Indonesia


Dibawah ini merupakan soal-soal latihan uji kompetensi keperawatan beserta kunci jawabannya


1. Seorang anak laki laki usia 5 tahun penderita TB mengalami kesulitan bernapas , hasil pemeriksaan fisik pernapasan 35x/ menit,  hasil auskultasi ronchi di kedua lobus paru.

 Apakah prioritas tindakan yang harus di lakukan dalam mengatasi masalah tersebut.

A. Lakukan clapping,vibrasi dan batuk efektif 
B. Lakukan suction
C. Lakukan nebulasi
D. Lakukan postural drainase
E. Berikan hidrasi


Jadi yg lbih tepat A. Lakukan clapping,vibrasi dan batuk efektif




2. Perawat mempersiapkan perawatan klien yang sedang sekarat dan beberapa anggota keluarga berada di samping tempat tidur klien. Yang manakah teknik terapeutik yang seharusnya 
digunakan saat berkomunikasi dengan keluarga? 

A. Mengahlani keluarga untuk mengenang 
B. Mengambil keputusan untu keluarga 
C. Mendorong keluarga untuk mengungkapkan, perasaan, keingintahuan dan ketakutannya 
D. Menjelaskan semua yang terjadi kepada semua anggota keluarga 
E. Tidak menyentukh dan memeluk klien juga anggota keluarga


Jawaban : C 

Rasional: Perawat harus menentukan apakah ada juru bicara keluarga dan berapa banyak yang ingin di ketahui oleh klien dan keluarga. Perawat perlu memberikan kesemapatan kepada keluarga dan klien untuk mendapatkan informasi dan membantu proses pengambilan keputusan jika diminta. Perawat seharusnya mendorong keluarga untuk mengungkapkan perasaan, 
keingintahuan, ketakutannya, serta menenangkan klien. 
Strategi Mengerjakan Soal: Gunakan teknik komunikasi terapeutik dan ingat tentang hak klien 
dan keluarga akan menunjukkan anda kep pilihan jawaban yang benar. 
Review: Perawatan menjelang kematian 
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan 
Domain: Pengetahuan prosedur 
Keilmuan: Keluarga 
Proses Keperawatan: Implementasi 
Upaya Kesehatan: Kuratif 
Kebutuhan Dasar: Komunikasi 
Sistem Tubuh: Kesehatan mental 
Daftar pustaka: potter et al (2012), p. 720, 722-723



3. Methylergonovine (Methergine) resep untuk menangani perdarahan post partum pada ibu. Sebelum pemberian obat tersebut, apa pengkajian keperawatan prioritas paling tepat? 

A. Kontraksi uterus 
B. Tekanan darah 
C. Jumlah lokia 
D. Refleks tendon bagian dalam 
E. Gas darah


Jawaban : B

Rasional: Methylergonovine sebuah ergot alkaloid, dipergunakan untuk mecegah dan mengontrol perdarahan post partum. Methylergonovine menyebabkan kontraksi uterus yang berlanjut dan dapat meningkatkan tekanan darah. Pengkajian prioritas sebelum pemberian 
obattersebut adalah memeriksa tekanan darah. Petugas kesehatan harus mewaspadai adanya hipertensi. Meskipun pilihan A, C, dan D merupakakan komponen post partum, pilihan yang 
tepat, tekan adarah sangat berhubungan dengan pemberian pengobatan tersebut. Pilihan E tidak diperlukan untuk pengkajian prioritas klien post partum. 
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata kunci “prioritas.” Abaikan pilihan A dan C karena pilihan tersebut serupa dan berhubungan satu sama lain. Untuk memilih jawaban lain, Gunakan 
ABC, tekanan darah merupakan metode untuk mengkaji sirkulasi. 
Review: Efek samping Methylergonovine 
Kompetensi: Asuhan dan manjemen asuhan keperawatan 
Domain: Pengetahuan Kognitif 
Keilmuan: Maternitas 
Proses Keperawatan: Pengkajian 
Upaya Kesehatan: Preventif 
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman 
Sistem Tubuh: Reproduksi 
Daftar pustaka: Lehne (2013), p. 823



4. Diruang bedah umum memiliki Jumlah tenaga keperawatan sebanyak 18 orang, yang terdiri dari 4 orang lulusan Sarjana keperawatan, 11 orang lulusan diploma keperawatan dan 3 orang pekarya kesehatan. Ruangan memiliki kapasitas tempat Tidur sejumlah 22 Tempat tidur . BOR 60% . Tingkat ketergantungan pasien yaitu total care 4 orang, parsial 
6 orang. Apa metode asuhan keperawatan yang tepat dilakukan dengan kondisi ruangan tersebut ? 

A. Metode asuhan fungsional 
B. Metode asuhan modifikasi 
C. Metode asuhan primer 
D. Metode asuhan kasus 
E. Metode asuhan tim 

Jawaban E. Metode asuhan tim 



5. Seorang perempuan usia40 tahun mempunyai mengalami nyeri dada dan diantar keluarganya ke UGD RS, saat pengkajian didapatkan klien memegangi dada sebelah kiri, grimace +, skala nyeri 4 – 6, RR : 20 x/mnt, Nadi : 100 x/mn, TD : 130 / 80 mmHg, Tidak didapatkan tanda sesak nafas. Nyeri dada yang dirasakan menjalar ke punggung dan 
lengan. EKG : iskemik posterior. 
Apakah tindakan yang harus dilaksanakan oleh perawat UGD ? 

a. Observasi tingkat dan skala nyeri 
b. Melaksanakan EKG 12 lead 
c. Kolaborasi pemberian analgesik (nitrat atau narkotik) 
d. Latih distraksi relaksasi 
e. Anjurkan nafas panjang dan dalam 

Jawaban c. Kolaborasi pemberian analgesik (nitrat atau narkotik) 



6. Seorang laki-laki berusia 45 tahun, dibawa oleh keluarganya ke UGD RS terdekat dari rumahnya karena pingsan, Karena mempunyai riwayat CHF maka pasien segera di bawa ke ICCU untuk segera mendapatkan pertolongan. Pada saat dilakukan pengkajian didapatkan pasien mengalami penurunan kesadaran, GCS 211, TD : 90/70 mmHg, Nadi : 40 x/mnt lemah dan segera dipasang monitor EKG. Setelah beberapa jam monitor tersebut menggambarkan Ventrikel Fibrilasi, tanpa nadi 
Apakah tindakan yang harus dilaksanakan oleh perawat ? 

a. Cek Circulasi, Airway dan Breathing 
b. Kolaborasi pemberian pengobatan kardiovaskuler
Monitor TTV tiap 10 menit 
d. Monitor EKG serial 
e. Melakukan DC shock

Jawaban e. Melakukan DC shock



7. Seorang perempuan berusia 41 tahun mengalami keluhan sesak napas saat beraktivitas. Pada saat pengkajian didapatkan : Sesak, suara napas krekels pada lapang paru lateral sinistra, menggunakan alat bantu nafas simple mask dengan O2 flow 10 lpm. Hasil pemeriksaan BGA tanggal 09/03/2015:Ph 7,27, pCO2 45mmHg, PaO2 127 mmHg, HCO3¯ 20,7 mmol/L dan Be - 6,2 mmol/L, Irama jantung reguler, CRT 3 detik, akral hangat kering, CVP 26 mmH2O. Pasien terpasang TPM, setting HR: 80, sensitivity: .Apakah hasil interpretasi BGA pada kasus di atas ? 
a. Asidosis respiratorik kompensasi 
b. Asidosis metabolik kompensasi 
c. Asidosis metabolik 
d. Asidosis respiratorik 
e. Alkalosis respiratorik kompensasi 

Jawaban c. Asidosis metabolik 



8. Seorang perempuan berusia 41 tahun mengalami keluhan sesak napas saat beraktivitas sejak ± 1 minggu SMRS, batuk, mual muntah dan mengaku setiap tidur harus menggunakan 2 bantal agar tidak sesak. Sesak napas memberat sejak 1 hari SMRS. Pada 07/03/2015 pasien dibawa keluarga ke RS dan dirawat di ruang jantung. Pada 09/03/2015 jam 07.15, pasien apneu kemudian dilakukan RJPO selama ± 15 menit. dan dipindah ke ICCU. Pada 2 hari di ICCU tiba-tiba pasien mengalami henti nadi dan dilaksanakan defibrilasi. Perawat menghidupkan defibrilasi, kemudian pilih energi yang diperlukan dan pilih paddles melalui tombol lead select 
Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya ? 

a. Letakkan paddle pada apeks dan sternum 
b. Lihat kembali irama pada monitor 
c. Tekan tombol charge 
d. Oleskan jelly pada paddle 
e. Segera mengatakan DC shock siap, I clear, you clear

Jawaban c. Tekan tombol charge 




9. Seorang laki-laki berusia 58 tahun diantar keluarga ke rumah sakit dengan keluhan utama terasa nyeri saat buang air kecil dan aliran tidak lancar. Terdapat distensi pada simpisis pubis saat dipalpasi.

Apakah tindakan yang paling tepat dilakukan dengan segera?
a. Pemberian obat diuretik
b. Pemasangan douwer cateter
c. Menganjurkan banyak minum
d. Pemberian obat analgetik                                                                                                                      e. Pemberian obat anti-diuretik

Jawaban b. Pemasangan douwer cateter
Pembahasan :
Kasus di atas menerangkan bahwa klien mengalami nyeri saat buang air kecil. Kemungkinan ada sumbatan atau infeksi pada saluran perkemihan. Jawaban A tidak mungkin kita lakukan karena dapat meningkatkan frekuensi kemih begitu pula dengan jawaban CDE. Upaya yang tepat pada kasus di atas yaitu dengan melakukan pemasangan douwer cateter sesuai pertanyaan di soal ,tindakn yg tepat dan segera... Kolab k dokter laporkn sesuai keluhan/Ds,DO u/ tindkn B,A,C dan D 
Jawaban yang tepat adalah B.




Sumber : KBS UKOM Keperawatan D3 & Ners Indonesia, Perawat IndonesiaKumpulan UKOM

Semoga Artikel materi-materi kumpulan soal uji kompetensi ini dapat bermanfaat bagi kita semua, dan  kami do'a kan yang belajar soal-soal Uji Kompetensi (UKOM) disini ketika menghadapi UKOM sesunggunya dapat LULUS semua, aamiin. 

Jangan Lupa Download Versi Andorid agar lebih mudah dalam belajar soal UKOM ini dan Share Link Kita Ini agar dapat berguna bagi teman-teman lainnya untuk belajar Uji Kompetensi Perawat.

Tuesday

UKOM Perawat

Berikut ini adalah Latihan Uji Kompetensi Perawat (UKOM) bagian ke 124 beserta kunci jawabannya serta pembahasannya

Soal UKOM Perawat PDF, Soal Ukom D3 pdf, Soal Ukom S1 pdf, Soal Ukom Ners pdf
Uji Kompetensi Keperawatan

Uji Komptensi D3 & S1 Ners


Examination of Competence Nurse Indonesia


1. Pasien perempuan usia 50 tahun dirawat di ICU. Pasien mengalami penurunan kesadaran gagal nafas. Hasil pemeriksaan fisik terlihat retraksi dada.saturasi oksigen 90%. Respirasi 34x/ mnit. TD 100/60 mmhg. Nadi 110x/menit. Apa rencana kolaboratif yang tepat pada ksus tersebut?

A. Pasang oksigen dengan sungkup
B. Pasang endotraceal tube
C. Pasang elektrokardiografi
D. Pasang orofaringeal tube
E. Pasang bed site monitor.

Jawaban : B
Pembahasan :
Pada kasus di atas klien mengalami gagal nafas. Tampak retraksi dada. Saturasi oksigen 90%. Respirasi 34x/ mnt.  Oleh karena itu tindakan kolaboratif yang tepat yaitu pemasangn endotraceal tube.



2. Perawat komunitas bekerja untuk bencana gempa. Tujuan perawat untuk komunitas adalah mencegah kecelakaan dan kematian lebih banyak dari kejadian yang tidak diduga. Mencari rumah yang aman untuk korban bencana, memberikan dukungan pada keluarga, 
mengorganisasikan konseling, dan memberikan perawatn fisik saat dibutuhkan adalah beberapa 
contoh untuk level pencegahan yang mana? 

A. Pencegahan level satu 
B. Pencegahan level dua 
C. Pencegahan level tiga 
D. Pencegahan level empat 
E. Pencegahan level lima

Jawaban : C
Rasional: Penecgahan level tiga termasuk pengurangan jumlah dan derajat disabilitas, perlukaan 
dan kerusakan setelah krisis. Pencegahan level satu berarti mencegah krisis terjadi, dan pecegahan level dua berfokus padapengurangan intensitas dan durasi krisis. Tidak ada yang disebut penecgahan level empat dan lima. 
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan informasi pada soal. Fokus pada subjel, menemukan perumahan, memberikan dukungan, mengirganisasi, dan mengamankan perawatan fisik. 
Selanjutnya gunakan pengetahuan anda terkait level pencegahanuntuk menjawab soal. Ingat kembali definisi dari pencegahan level tiga akan mengarahkan anda pada jawaban yang tepat. 
Review: Level pencegahan 
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya 
Domain: Pengetahuan kognitif 
Keilmuan: Gadar 
Proses Keperawatan: Implementasi 
Upaya Kesehatan: Preventif 
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman 
Sistem Tubuh: Pelayanan Kesehatan 
Daftar pustaka: Nies, McEwen (2011), p. 557



3. Seorang perempuan usia 25 tahun di rawat di ICU karena menderita kerusakan otak anoksia akibat kecelakaan kendaran bermotor. Kondisi sekarang vegetatif menetap dan diberi makan melalui NGT. Keluarga pasien menghendaki pencabutan NGT dikarenakan kondisi klien yang semakin hari tidak ada perubahan selama kurang lebih 2 minggu terakhir. Bagaimanakah tindakan perawat untuk menanggapi keluarga klien tersebut berdasarkan hukum, etik dan legal keperawatan ? 

a. Segera mencabut NGT sesuai dengan permintaan keluarga 
b. Menganjurkan keluarga untuk bersabar dan mengurungkan niatnya 
c. Memberikan lembar persetujuan/penolakan tindakan medis dan keperawatan 
d. Menolak keluarga dengan alasan mempertahankan keadaan klien 
e. Menjelaskan ulang fungsi pemsangan NGT pada keluarga klien tersebut 

Jawaban c. Memberikan lembar persetujuan/penolakan tindakan medis dan keperawatan 



4. Seorang laki-laki usia 60 tahun baru saja kembali ke ICU setelah bedah CABG. Tandur arteri mamaria interna pada arteri koroner desenden anterior kiri (left anterior descending, LAD) dan tandur vena safena pada artei coroner kanan (Rigth coronary artery, RCA)serta 
arteri diagonal dilakukan off bypass. Riwayat klien cukup signifikan untuk STEMI anterior 2 tahun lalu dan hipertensi. Pasien berhenti merokok selama 10 yahun lalu dan 
sebelum pembedahan mendapatkan aspirin 325 mg/oral/hr. Pasien saat ini dipasang ventilasi mekanik dengan FIO 50% dan PEEP positif 5 cm. Monitor menunjukan sinus takhikardia dan kontraksi PVC. Setelah beberapa minggu dirawat, klien berangsur membaik dan kondisi stabil Apakah edukasi pertama yang harus anda sampaikan kepada klien jika direkomendasi KRS (Discharge planning) ? 

a. Jangan mengemudi selama 4 minggu setelah dinyatakan KRS 
b. Inspeksi dan bersihkan insisi setiap 2 hari sekali 
c. Hindari mengangkat berat (4-8 kg) selama 3 bulan pertama 
d. Hindari gerakan lengan pasif 
e. Lakukan diet rendah garam 

Jawaban c. Hindari mengangkat berat (4-8 kg) selama 3 bulan pertama 



5. Seorang wanita berusia 25 tahun, bekerja swasta yang sering duduk, status: menikah, klien tersebut diantar oleh suaminya ke Rumah Sakit X dengan keluhan nyeri pada saat berkemih sejak 1 minggu yang lalu, berkemih keluar sedikit-sedikit disertai rasa nyeri. Hasil anamneses didapatkan klien mengatakan rasa nyeri seperti tertekan dan disayat- 
sayat pada daerah saluran kemih bagian bawah sampai menjalar ke pinggang saat BAK siang dan malam hari yang disertai demam dan mengalami kesulitan mengawali tidur. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan TTV: TD: 120/80 mmHg, N: 90 x/ menit, RR: 24 x/ menit, S: 39°C, disuria, hasil palpasi area suprapubik teraba tegang, “tenderness”. Hasil 
pemeriksaanlab : urine: Warna keruh, Leukosuria (+), cultur (+) bakteri, pyuria, eritrosit (+). Klien ditempatkan pada prioritas 2 dengan terapi awal di UGD :Ciprofloxacin 2x1 tab. 250 mg, Ulfaprim 2x2 tab. 400 mg 
Apakah masalah utama pada kasus di atas ? 
a. Hipertermia 
b. Nyeri akut
c. Perubahan eliminasi urine 
d. Gangguan istirahat tidur (insomnia inisial) 
e. Resiko terjasi infeksi saluran kemih

Jawaban c. Perubahan eliminasi urine 



6. Perawat merencanakan tugas keperawatan dalam sehari. Klien mana yang dapat denagn aman ditugaskan pada asisten perawat tanpa lisensi? 

A. Klien 60 tahun yang menerima kemoterapi dan berada di ruang isolasi 
B. Klien 52 tahun dengan anemia yang menerima tranfusis darah dan membutuhkan pemeriksaan TTV 
C. Klien 48 tahun yang baru terdiagnosis hipertiroid yang membutuhkan pendidikan terkait terapi pengobatan 
D. Klien 50 tahun pasca operasi 72 jam yang baru pulih dari operasi penggantian lutut dan membutuhkan bantuan mandi dan berpakaian 
E. Klien yang baru saja MRS dengan kesulitan bernapas, sianosis, dan kecepatan napas 30x/i serta membutuhkan pengkajian awal MRS
Jawaban : D 
Rasional: Lingkup praktik asisten perawat tanpa lisensi termasuk pengukuran TTV dan memberikan bantuan makan, mandi dan berpakaian. Klien yang membutuhkan pengkajian, dalam isolasi, menerima kemoterapi, mendapatkan tranfusi darah atau membutuhkan pendidikan 
kesehatan adalah tugas oerawat berlisensi. 
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek tugas untuk asisten perawat tanpa lisensi. Dalam definisinya, asisten perawat berperan memberikan bantuan pada perawat berlisensi. 
Pengetahuan tentang hal tersebut akan membuat anda menghiraukan pilihan A, B, C, dan E 
karena klien tersebut membutuhkan intervensi keperawatan oleh perawat berlisensi. 
Review: Prinsip pendelegasian dan pemberian tugas 
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya 
Domain: Pengetahuan prosedur 
Keilmuan: Manajemen 
Proses Keperawatan: Perencanaan 
Upaya Kesehatan: Preventif 
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman 
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan 
Daftar pustaka: Potter et al (2013), p. 262, 281-282



7. Perawat kesehatan keluarga untuk pertama kali mengunjungi klien di rumahnya. Saat mengkaji 
riwayat pengobatan klien, tercatat bahwa ada 19 resep dan klien juga mengonsumsi beberapaobat secara bersamaan. Intervensi yang manakah yang pertama harus dilakukan oleh perawat? 

A. Cek adanya interaksi obat 
B. Tentukan apakah ada obat-obatan yang bersifat duplikasi 
C. Hubungi tenaga kesehatan yang meberikan resep dan laporkan kondisi polifarmasi (konsumsi banyak obat-obatan) 
D. Tentukan anggota keluarga yang bisa mengawasi konsumsi obat klien 
E. Cek apakah semua obat yang ada dikonsumsi secararutin oleh klien

Jawaban : B 
Rasional: Polifarmasi menjadi perhatian pada klien lansia. Duplikasi pengobatan perlu diidentifikasi sebelum interaksi obat-obatan disimpulkan karena perawat mengonsumsi obat klien. Pertanyaan tentang pengawasan minum obat mungkin menjadi bagian dari pengkajian, tetapi bukan tindakan pertama. Menghubungi twnaga kesehatan yang memberikan resep merupakan intervensi yang dilakukan setelah semua informasi berhasil dikumpulkan. 
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata penanda “pertama.” Juga catat bahwa ini adalah kunjungna pertama perawat. Pilihan A, C, D, dan E baru bisa dilakukan apabila kemungkinan duplikasi pengobatan telah teridentifikasi. 
Review: Polifarmasi 
Kompetensi: Asuhan dan manjemen asuhan keperawatan 
Domain: Pengetahuan Prosedur 
Keilmuan: Gerontik 
Proses Keperawatan: Implementasi 
Upaya Kesehatan: Promotif 
Kebutuhan Dasar: Belajar 
Sistem Tubuh: Endokrin dan metabolisme 
Daftar pustaka: Potter et al (2013), p. 185, 591-592 
Soal Simulasi KBS UKOM Ners 162:



8. Seorang laki-laki usia 17 tahun mengalami kecelakaan dan polisi menghubungi 118 terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Berdasarkan kesaksian pada saat kecelakaan kepala klien terbentur aspal dan sempat tidak sadarkan diri selama kurang lebih 15 menit, dan tidak ada satupun saksi yang berani menolong klien karena menunggu petugas kesehatan datang demi keselamatan klien. Setelah petugas Triage RSSA malang datang dilakukan savety klien dengan menginstruksikan klien agar tidak bergerak atau tidak menggerakkan kepala dan badan, GCS 456, T : 100/70 mmHg, N : 50 x/mnt, RR : 20 X/mnt, suhu 37°C. 
Apakah langkah selanjutnya harus dilakukan oleh petugas triage tersebut ? 

a. Lakukan rapid assesment 
b. Pelihara jalan nafas denga jaw trush dan berikan higt flow oksigen 
c. Lakukan jaw trush dan cek AVPU 
d. Pindah klien ke spinal board 
e. Pasang neck collar denagn jaw trush tetap dilakukan 

Jawaban c. Lakukan jaw trush dan cek AVPU 



9. Seorang laki-laki usia 54 tahun BB : 70 kg mengalami kecelakaan di Jalan Pantura Tuban dan polisi menghubungi 118 terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Setelah petugas Triage RS Koesma Tuban didapatkan klien mengalami perdarahan hebat pada daerah 1/3 femur distal, petugas dengan cepat menghentikan perdarahan dengan balut tekan pada daerah tersebut, GCS klien 336, T : 100/90 mmHg, N : 110 x/mnt, RR : 20 X/mnt, suhu 37°C, dan segera klien diangkut ke ambulan untuk di bawa ke IGD RS. Apakah yang harus segera dilaksanakan petugas di dalam mobil ambulance ? 

a. Segera pasang oksigenasi 
b. Resusitasi cairan dengan cepat kurang lebih 10 – 20 menit 
c. Observasi GCS klien 
d. Mengontrol perdarahan 
e. Lakukan pemberian tranfusi darah 

Jawaban a. Segera pasang oksigenasi 



10. Seorang laki-laki usia 54 tahun BB : 70 kg mengalami kecelakaan di Jalan Pantura Tuban dan polisi menghubungi 118 terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Setelah petugas Triage RS Koesma Tuban didapatkan klien mengalami perdarahan hebat pada daerah 1/3 femur distal, petugas dengan cepat menghentikan perdarahan dengan balut tekan pada daerah tersebut, GCS klien 336, T : 100/90 mmHg, N : 110 x/mnt, RR : 20 X/mnt, suhu 37°C, segera klien dilakukan prosedur pemasangan infus 10 – 20 menit. Berapa ml infus yang diberikan oleh klien tersebut (infus RL) ?

a. 1400 – 2800 ml dalam 10 – 20 menit 
b. 700 – 1400 ml dalam 20 – 30 menit 
c. 1400 – 2800 ml dalam 30 – 1 jam 
d. 700 – 2100 ml dalam 10 – 30 menit 
e. 2800 – 3500 ml dalam 20 – 30 menit

Jawaban a. 1400 – 2800 ml dalam 10 – 20 menit 


Sumber : KBS UKOM Keperawatan D3 & Ners Indonesia, Perawat Indonesia, Kumpulan UKOM

Semoga Artikel materi-materi kumpulan soal uji kompetensi ini dapat bermanfaat bagi kita semua, dan  kami do'a kan yang belajar soal-soal Uji Kompetensi (UKOM) disini ketika menghadapi UKOM sesunggunya dapat LULUS semua, aamiin. 

Jangan Lupa Download Versi Andorid agar lebih mudah dalam belajar soal UKOM ini dan Share Link Kita Ini agar dapat berguna bagi teman-teman lainnya untuk belajar Uji Kompetensi Perawat.

Monday

Contoh Soal Uji Kompetensi Perawat pdf 2018

Berikut ini adalah Latihan Uji Kompetensi Perawat (UKOM) bagian ke 123 beserta kunci jawabannya serta pembahasannya

Soal UKOM Perawat PDF, Soal Ukom D3 pdf, Soal Ukom S1 pdf, Soal Ukom Ners pdf
UKOM

Uji Kompetensi Keperawatan Lanjutan


Berikut terdapat 12 contoh soal UKOM Perawat serta kunci jawabannya lengkap


1. Perawat sedang memberikan intruksi pada orang tua dengan skoliosis terkait dengan penggunaan traksi. Kalimat mana dari orang tua yang mengindikasikan kebutuhan akan intruksi lanjut? 

A. “Saya akan memotivasi anak saya untuk melakukan latihan yang telah disarankan” 
B. “Saya akan memakaikan pakaian yang lembut di bawah traksi” 
C. “Saya harus mengoleskan lotion di bawah traksi untuk mencegah kulit traksi” 
D. “Saya harus menghindari penggunaan bedak karena akan menggumpal di bawah traksi” 
E. “Saya akan mengatakan kepada anak saya untuk tidak melakukan aktivitas yang dilarang”


Jawaban : C 

Rasional: Traksi dapat digunakan dalam penangan skoliosis. Traksi bukan tindakan kuratif, namun memperlambat perkembangan kurvatur untuk memperlambat kesempatan tulang 
belakang tumbuh dan matur. Penggunaan bedak atau lotion dibawah traksi harus dihindari karena akn lengketdan menggumpal, menyebabkan iritasi. Pilihan A, B, D, dan E adalah intervensi yang tepat untuk perawatan anak dengan penggunaan traksi. 
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kalimat kunci “kebutuhan akan intruksi lanjutan.” 
Kalimat ini mengindikasikan pernyataan negatif dan meminta anda untuk memilih jawaban yang 
merupakan ungkapan yang salah dari orang tua. Bacalah pilihan jawaban denganseksama akan 
membantu anda menemukan jawaban yang tepat. Juga, dengan menetapkan prinsip terkait 
perawatan traksi akan megarahkan anda pada pilihan yang benar. 
Review: Intruksi perawatan di rumah terkait dengan perawatan anak dengan pemasangan traksi 
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan 
Domain: Pengetahuan prosedur 
Keilmuan: Anak 
Proses Keperawatan: Perencanaan 
Upaya Kesehatan: Promotif 
Kebutuhan Dasar: Aktivitas dan istrahat 
Sistem Tubuh: Muskuluskeletal 
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2011), p. 1669-1670, 1672



2. Orang tua membawa bayinya yang berusia 4 bulan ke klinik untuk dilakukan imunisasi. Anak telah datang secara teratur untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Apa imunisasi yang 
harus perawat persiapkan bagi perawat tersebut? 

A. Varicella, Vaksin Hepetitis B 
B. DPT, MMR, IPV 
C. MMR, Hib, DPT 
D. DPT, Hib, IPV, PCV, RV 
E. BCG, Hepatitis B, Varicella, IPV, DPT


Jawaban : D 

Rasional: DPT, Hib, IPV, PCV, RV diberikan pada usia 4 bulan. DPT diberikan pada usia 2, 4, 6 bulan; pada 15 samoai 18 bulan; dan pada usia 4 sampai 6 tahun. Hib diberikan pada usia 2, 4,dan 6 bulanserta usia 12 sampai 15 bulan. Dosis awal MMR diberikan pada bayi usia 12 sampai 15 bulan; dosis diberika pada usia 4 sampai 6 tahun (jika dosi kedua tidak diberikan pada usia 4 sampai 6 tahun maka harus diberikan pada kunjungan berikutnya). Dosis pertama hepatitis B diberikan saat lahir, dosis kedua diberikan saat bayi berusia usia 1 bulan dan dosis ketiga diberikan saat usia 6 bulan. Vaksin varicella diberikna saat bayi berusia 12 sampai 15 bulan dan pemberian ulang pada usia antara 4 sampai 6 tahun. Vaksin BCG paling tepat diberikan pada usia 0-2 bulan. 
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, jadwal imunisasi bayi usia 4 bulan dan 
gunakan pengetahuan tentang jadwal imunisasiuntuk menjawab pertanyaan ini. Memperhatikan 
usia bayidapat membantu anda pada jawaban yang benar. 
Review: Jadwal imunisasi untuk anak dan remaja 
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan 
Domain: Pengetahuan prosedur 
Keilmuan: Anak 
Proses Keperawatan: Implemntasi 
Upaya Kesehatan: Preventif 
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman 
Sistem Tubuh: Darah dan sistem kekebalan imun 
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2011), p. 497



3. Bayi usia 6 bulan dengan riwayat jatuh dari tempat tidur, dirawat dirumah sakit. Riwayat kejang sehari sebelum masuk rumah sakit. Dari hasil scan terlihat edema otak. Manakah tindakan yang tepat untuk mencegah terjadinya kejang berulang pada bayi ini...? 

A. Pemberian oksigen 
B. Pemberian lasix/ dieretik 
C. Pemantauan saturasi oksigen 
D. Pembatasan pemberian oksigen 

Jawaban C. Pemantauan saturasi oksigen 



4. Seorang remaja di bawa ke UGD karena kecelakaan. Terdapat fraktur 1/3 distal tibia kanan dan dilakukan pembidaian sementara. Klien terlihat kesakitan dan hematoma di sekitar area fraktur. Setelah bidai terpasang manakah tindakan utama yang sebaiknya 
anda lakukan...? 

A. Cek pulsasi distal area fraktur 
B. Tanyakan kembali perasaan nyerinya 
C. Lihat simetrisitas ke dua kaki 
D. Observasi tanda kompartemen syndrome 

Jawaban A. Cek pulsasi distal area fraktur 


5. Seorang klien masuk ruang emergency dengan keluhan nyeri dada berat seperti 
tertekan dan menyebar ke bahu serta lengan kiri 2 jam sebelum masuk RS. Manakah hal yang perlu dikaji lebih lanjut...? 

A. Penyebaran dan area nyeri 
B. Durasi dan pencetus nyeri 
C. Skala dan hal mempengaruhi nyeri 
D. Kualitas nyeri dan radiasi nyeri 

Jawaban C. Skala dan hal mempengaruhi nyeri 



6. Puskesmas X merupakan puskesmas di wilayah kumuh dengan pemukiman padat penduduknya dan banyak penyakit ISPA. Masyarakat jika menderita ISPA sering mengkonsumsi antibiotik yang dapat di beli di toko obat di wilayah tersebut tanpa resep dari dokter. Berdasarkan data di puskesma X pada tahun 2007 terdapat 250 
penyakit ISPA dan ada 20 orang meninggal karena ISPA dan 75 orang termasuk yang meninggal dengan klasifikasi pneumonia ringan maupun berat. Berdasarkan data tersebut, manakah kemungkinan penyebab tingginya virulensi agent penyeban 
ISPA...? 

A. Resistensi terhadap antibiotik 
B. Sanitasi lingkungan yang kurang 
C. Tingkat imunitas penduduk yang rendah 
D. Jumlah kuman di lingkungan yang banyak 

Jawaban A. Resistensi terhadap antibiotik 



7. Klien rujukan dari RS lain dan dengan riwayat paska syok akibat pendarahan dari multiple trauma, telah mengalami kondisi gagal ginjal akut. Saat ini sedang dalam fase poliuria. Manakah intervensi cairan berikut yang benar...? 

A. Menyesuaikan jumlah pemasukan dengan pengeluaran 
B. Membatasi pemasukan cairan kurang dari 50 ml/jam 
C. Menginfus cairan intravena 2400ml/24 jam 
D. Puasakan hingga produksi urine menurun

Jawaban A. Menyesuaikan jumlah pemasukan dengan pengeluaran 



8. Seorang perempuan berusia 68 tahun mengatakan saat ini sendi-sendi tangan dan jari terasa linu-linu, demikian juga panggul, pinggang dan kaki terasa sakit dan tidak kuat untuk berdiri lama. Menurut pasien ketika bekerja seperti mencuci baju atau peralatan makan dan menyapu sering terasa mudah lelah. Keluhan tersebut sudah dirasakan oleh pasien selama kurang lebih satu tahun. 
Dari kasus di atas berapakah nilai tingkat kemandirian klien? 

A. Tingkat kemandirian B 
B. Tingkat kemandirian E 
C. Tingkat kemandirian A 
D. Tingkat kemandirian D 
E. Tingkat kemandirian C 

Jawaban C. Tingkat kemandirian A 


9. Klien laki-laki berusia 75 tahun masuk panti wreda dalam keadaan post stroke 2 bulan yang lalu, Klien mengalami kelumpuhan pada ektremitas kanan, sehingga perlu bantuan 
pemenuhan kebutuhan sehari-hari. 
Apakah tindakan yang paling tepat bagi Klien tersebut? 

a. Memberikan kursi roda 
b. Melatih pergerakan sendi 
c. Memijat daerah ektremitas 
d. Memotivasi untuk ambulasi 
e. Memberi kebutuhan penuh 

Jawaban b. Melatih pergerakan sendi 



10. Klien lanjut usia dalam keluarga binaan perawat, yang mengalami kasus diabetes memiliki kulit yang sangat kering pada kaki dan ekstremitas bawah. Untuk mempertahankan kulit 
yang utuh keluarga bertanya pada perawat. Manakah intervensi yang harus diberikan oleh perawat pada kelurga? 

a. merendam kakinya dengan sering ke air hangat. 
b. menggunakan losion tanpa pewangi. 
c. menggunakan bedak kaki 
d. menghindari stoking elastis setinggi lutut. 
e. memberikan Penkes kepada seluruh masyarakat 

Jawaban b. menggunakan losion tanpa pewangi. 



11. Klien berusia 80 tahun dengan kesadaran penuh dipindahkan ke fasilitas perawatan jangka panjang oleh keluarganya. Pada malam kedua klien menjadi bingung dan tidak mengenali 
keluarganya. Diagnosa keperawatan apa yang paling sesuai dengan kasus di atas? 
a. kurang pengetahuan 
b. gangguan memori.
c. gangguan sensori persepsi 
d. perubahan proses pikir. 
e. Devisit perawatan diri 

Jawaban c. gangguan sensori persepsi 




12. Seorang keluarga klien mengatakan kepada Anda bahwa, dalam budaya mereka orang meninggal tidak boleh ditinggalkan seorang diri sebelum penguburan. Kebijakan rumah 

sakit menyatakan bahwa setelah jam 6 sore saat kamar jenazah ditutup, tubuh disimpan dialat pendingin kamar jenazah rumah sakit sampai hari berikutnya. Bagaimana cara terbaik untuk mengatasi pada keluarga yang di tinggalkan? 

a. menjelaskan kebijakan rumah sakit kepada keluarga secara lembut. 
b. bertanya kepada pemilik rumah sakit mengenai kebijakan yang dapat diberikannya. 
c. menghubungi dokter klien untuk meminta saran. 
d. pindahkan jenazah keruang kosong dan tugaskan seorang asisten untuk menemaninya. 
e. menganjurkan kepada klien untuk meningkatkan kemampuan sistem imun

Jawaban b. bertanya kepada pemilik rumah sakit mengenai kebijakan yang dapat diberikannya. 



Semoga Artikel materi-materi kumpulan soal uji kompetensi ini dapat bermanfaat bagi kita semua, dan  kami do'a kan yang belajar soal-soal Uji Kompetensi (UKOM) disini ketika menghadapi UKOM sesunggunya dapat LULUS semua, aamiin. 

Jangan Lupa Download Versi Andorid agar lebih mudah dalam belajar soal UKOM ini dan Share Link Kita Ini agar dapat berguna bagi teman-teman lainnya untuk belajar Uji Kompetensi Perawat.

Friday

Soal Uji Kompetensi Perawat PPNI

Lama tidak posting kembali, kita akhirnya kembali aktif lagi untuk berbagi pengetahuan dan soal-soal tentang uji kompetensi perawat, langsung saja kita pelajari satu-satu soal UKOM perawat dibawah ini

Berikut ini adalah Latihan Uji Kompetensi Perawat (UKOM) bagian ke 122 beserta kunci jawabannya serta pembahasannya

Asosiasi Institute Pendidikan Ners Indonesia, AIPNI, kumpulan soal ukom perawat, uji kompetensi, uji kompetensi perawat, UKNI, kisi-kisi ukom, materi ukom, soal dan pembahasan ukom, kunci jawaban ukom, UKOM, kisi-kisi ukom, kisi ukom perawat, ukom perawat 2017, ukom perawat 2018, ukom perawat 2019, materi ukom, kumpulan ukom, kumpulan ukom perawat, kumpulan soal uji kompetensi perawat, kumpulan soal uji kompetensi perawat terbaru, kumpulan soal uji kompetensi perawat lengkap, UKOM D3, UKOM Ners, UKOM Keperawatan, uji kompetensi D3, uji kompetensi Ners, contoh soal UKOM, contoh soal UKOM Keperawatan, contoh soal UKOM Perawat, contoh Soal UKOM terbaru, contoh soal UKOM pdf doc, contoh soal uji kompetensi keperawatan lengkap dengan kunci jawaban, google, google.com, UKOM, tes, soal tes, kisi-kisi soal ukom, kisi ukom, uji kom, materi ukom, materi ukom perawat, materi ners, kesehatan, keperawatan, test, PPNI, Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Soal Uji Kompetensi Perawat PPNI, SOAL UOM PDF, Soal UKOM Ners PDF, Soal UKOM Perawat PDF, Soal Ukom D3 pdf, Soal Ukom S1 pdf, Soal Ukom Ners pdf
Uji Kompetensi Perawat

 

Asosiasi Institute Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

 

Dibawah ini Soal dan Kunci Jawaban UKOM Lengkap


1. Anak B di rawat di ruang anak dengan DHF, pasien mendapatkan terapi obat amoxan 3 x125 mg. Jika obat di campur dengan larutan aquabidest  4cc. Berapa cc yang harus di berikan kepada anak B dengan menggunakan spuit 3cc?

A. 2 cc
B. 1/2 cc
C. 1 1/2 cc
D. 1 cc
E. 2 1/2 cc

Jawaban : B. 1/2 cc
Pembahasan : jika dalam 1g/1000 mg amoxan  di campur 4cc aquabidest, tiap 1cc mengandung  250 mg. Oleh karena itu, terapi  yang yang di berikan  adalah 125 mg. Perawat memberikannya sebanyak  1/2 cc



2. Perawat di klinik sedang melakukan tinjauan pada catatan medis soerang anak yang baru saja dikunjungi oleh petugas kesehatan dan terdiagnosis dengan suspek stenosis aorta. Manifestasi klinik spesifik yang diharapankan perawat untuk tertulis terkait dengan kelainan adalah?

A. Pucat
B. Hiperaktivitas
C. Intoleransi terhadap latihan
D. Gangguan pencernaan
E. Kesulitan bernapas

Jawaban : C
Rasional: Stenosis adalah penyempitan atau striktur dari katup aorta, menyebabkan hambatan
aliran darah ke ventrikel kiri, menurunkan kardiak output, hipertropi ventrikel kiri, dan tahanan vaskular paru. Anak dengan stenosis aorta menunjukkkan tanda-tanda intoleransi terhadao latihan, nyeri dada, dan pusing saat berdiri dalam jangka waktu yang lama. Pucat mungkin ada, namun tidak spesifik untuk kelainan ini saja. Kesulitan bernapas mungkin terjadi pada anak namun tidak spesifik mengindikasikan suatu stenosis aorta. Pilihan B dan Dtidak terkait kelainan
ini.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus kepada subjek, karateristik dari stenosis aorta. Pilihan B dan
D dapat diabaikan terlebih dahulu karena pilihan tersebut tidak terkait dengan kelainan yang
dimaksud. Dari pilihan yang tersisa, perhatikan kata spesifik pada soal akan mengarahkan anda
pada jawaban yang benar.



3. Seorang perempuan 61 tahun mengeluhkan pusing, kaku pada leher. Hasil pemeriksaan tekana darah klien 170/100 mmHg. Klien memiliki kebiasaan mengkonsumsi daun singkong, minum kopi 2x/hari, dan tidak pernah berolah raga.Apa terapi modalitas yang tepat diberikan untuk klien di atas?

a. Mileu
b. Humor
c. Relaksasi progresif
d. Relaksasi autogenik
e. Senam otot panggul

Jawaban d. Relaksasi autogenik



4. Salah satu penurunan yang dialami usia lanjut akibat aging process adalah kemampuan kognitif.Apa instrumen yang sebaiknya digunakan perawat untuk mengkaji pada kondisi di atas?

a. Short Portable Mental Status Questioner (SPSMQ)
b. Mini Mental Status Exam (MMSE)
c. Geriatric Depression Scale (GDS)
d. Barthel Index
e. Katz Index

Jawaban b. Mini Mental Status Exam (MMSE)



5. Seorang perempuan 78 tahun tinggal bersama anak perempuan dan seorang cucu yang berusia 20 tahun. Hasil pengkajian klien merasa sedih karena cucunya sudah sebulan tidak pulang dan tidak ada kabar. Anaknya mengalami retardasi mental, sudah lama
berpisah dengan suaminya. Klien tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa.Apa diagnosa keperawatan pada kondisi di atas?

a. Kecemasan
b. Ketidakberdayaan
c. Tidak efektifnya koping
d. Kurangnya pengetahuan
e. Harga diri rendah situasional

Jawaban d. Kurangnya pengetahuan



6. Perawat sedang membantu melakukan defribrilasi pada klien dengan fibrilasi ventrikular. Setelah memasang paddles di dada klien dan sebelum mengisi daya intervensi manakah yang seharusnya
dilakukan ?

A. Pastikan bahwa klien telah diintubasi
B. Atur defibrilator ke mode "sinkronisasi"
C. Berikan amiodaron intravena per bolus
D. Konfrirmasi bahwa irama jantung benar fibrilasi ventrikular
E. Pastikan nitroglycerin patch sudah terpasang

Jawaban : D
Rasional: Sampai defibrilator ditempelkan dan diisi daya, klien diresusuitasi dengan resusitasi kardiopulmonal. Saat defibrilator ditempelkan,
elektrokardiogram dicek untuk memverifikasi bahwa iram ajantung memang benar fibrasi ventrikuler atau takikardia ventrikuler tanpa nadi.
Leads juga dicek koneksinya. Jika ada nitrogliserin patch, segera pindahkan. Klien tidak perlu diintubasi saat melakukan defibrilasi. Mesin tidaj diset untuk sinkronisasi. Amodaron mungkin
diberikan kemudia, tetapi tidak dibutuhkan sebelum defibrilasi.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata penanda “”fibrilasi ventrikuler.” Perhatikan bahwa pilihan yang benar adalah yang langsung menunjukkan kejadian dan langsung melakukan
pengkajian pada klien.
Review: Defibrilasi
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implemetasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Jantung, pembuluh darah dan sitem limfatik
Daftar pustaka: Ignatavicius, Workman (2013), p. 737-738.



7. Anak A ( berusia 5 tahun) dibawa oleh ibunya ke UGD dengan riwayat panas tinggi  dan kejang. Saat datang anak mengalami apnea. Nadi karotis masih teraba. Tindakan yang dilakukan perawat  setelah memakai sarung tangan adalah?

A. Memberi diazepam 10mg
B. Melakukan RJP
C. Memberi bantuan nafas buatan
D. Memberi oksigen nasal kanul
E. Memasang orofaringeal.

Jawaban : C. Memberi bantuan nafas buatan
pembahasan :
Pertolingan pertama  bantuan hidup dasar  apabila klien mengalami henti nafas  adalah dengan memberikan  nafas buatan sampai klian  dapat melakukan nafas spontan.



8. Seorang perawat bertugas di suatu panti asuhan. Masalah yang selama ini dihadapi adalah tingginya angka kejadian gatal-gatal pada penghuni panti. Setelah dilakukan pengkajian didapatkan kebiasaan pemakaian bersama handuk di kalangan penghuni panti, mandi 1x/hari.Apa tindakan yang paling tepat dilakukan oleh perawat di atas?

a. Penyuluhan PHBS
b. Skrining kejadian
c. Peningkatan imunitas individu
d. Kerja bakti sanitasi lingkungan
e. Advokasi memfasilitasi sarana kebersihan

Jawaban a. Penyuluhan PHBS



9. Anda adalah seorang perawat komunitas di suatu klinik homecare, melakukan skrining kejadian AIDS. Hasil skrining menunjukkan 1 orang remaja positif. Apa tindakan yang paling tepat Anda lakukan?

a. Meminta klien ditemani anggota keluarga sebelum menjelaskan hasil tesnya
b. Menyarankan klien untuk melakukan skrining lanjutan seperti Western blot
c. Memanggil anggota keluarga klien untuk memberitahukan hasil tes klien
d. Mengkaji riwayat klien, fokus pada perilaku berisiko tinggi
e. Merujuk klien ke dokter untuk menjelaskan hasil tesnya

Jawaban d. Mengkaji riwayat klien, fokus pada perilaku berisiko tinggi



10. Di sebuah RW terdapat lansia sebanyak 94 orang yang tersebar di 8 RT. Di RW
tersebut terdapat 1 posbindu yang dalam pelaksanaannya digabung dengan posyandu balita. Kader mengeluhkan tingkat kehadiran lansia 15% dengan alasan lokasi sulit dijangkau, tidak pernah mendapat informasi, bosan dengan kegiatan yang ada di
posbindu. Apa tindakan yang paling tepat dilakukan perawat pada kondisi di atas?

a. Merekrut kader baru
b. Membentuk posbindu baru
c. Membuat undangan posbindu
d. Mengadakan revitalisasi posyandu
e. Memberikan bantuan inventaris alat kesehatan

Jawaban d. Mengadakan revitalisasi posyandu 




Sumber  : KBS UKOM Keperawatan (D3 & Ners) Indonesia 2018, Perawat IndonesiaKumpulan UKOM

Semoga Artikel materi-materi kumpulan soal uji kompetensi ini dapat bermanfaat bagi kita semua, dan  kami do'a kan yang belajar soal-soal Uji Kompetensi (UKOM) disini ketika menghadapi UKOM sesunggunya dapat LULUS semua, aamiin.

Jangan Lupa Download Versi Andorid agar lebih mudah dalam belajar soal UKOM ini dan Share Link Kita Ini agar dapat berguna bagi teman-teman lainnya untuk belajar Uji Kompetensi Perawat.

Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan pdf part 121

Berikut ini adalah Latihan Uji Kompetensi Perawat (UKOM) bagian 121 ke beserta kunci jawabannya serta pembahasannya


Asosiasi Institute Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

 
Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan pdf part 121
UKOM Keperawatan D3 & S1

Dibawah Ini Soal-SOal UKOM Perawat Serta Kunci Jawabannya Lengkap


1. Perawat yang telah lama bekerja pada fasilitas perawatab kronis merencanakan tugas  keperawatan untuk klien di unit perawatan. Perawat harus merawat empat klien dan mempunyai  seorang perawat vokasional berlisensi serta tiga asisten perawat yang tidak berlisensi di tim  keperawatannya. Klien manakah yang paling tepat untuk perawat vokasional berlisensi ?
A. Klien yang membutuhkan mandi tempat tidur
B. Klien tua yang membutuhkan perubahan posisi secara berkala
C. Klien yang memerlukan pemeriksaan tanda vital per jam
D. Klien yang memerlukan irigasi abdomen dan penggantian balutan tiap tiga jam
E. Klien yang memerlukan oksigenasi.
Jawaban : D
Rasional: Ketika memberikan tugas delegasi keperawatan, perawat perlu memperhantikan tingkat keterampilan dan pendidikan staf. Memberikan mmadi ditempat tidur, memindahkan posisi secara berkala, dan pengukuran TTV dapat dilakukan oleh asisten perawat yang belu terlisensi> perawat profesional yang berlisensi terlatih untuk melakukan irigasi luka dan penggantian balutan, perawat ini sangat tepat untuk klien yang memerlukan tindakan tersebut.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus kepada subjek, Tugas yang diberikan perawat vokasi dan perhatikan kata kunci yang paling tepat. Ingat kembali tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan
yang diinginkan oleh perawat. Pedoman aturan tindakan keperawatan dan tenaga kerja perlu diperhatikan saat memberikan delegasi dan memberi tugas. Pilihan A, B, C, dan E dapat
diabaikan karena tindakan tersebut adalah tindakan non invasifyang dapat dikerjakan oleh asisten
perawat.
Review: Prinsip dan panduan pemberian dan delegasi tugas
Kompetensi: Praktik profesional, legal, etis, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Implemetasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Belajar
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Huber (2010), p. 244-247



2. Perawat telah mengajari klien yang dilakukan fiksasi tangan tentang tanda dan gejala sindrom kompartemen. Perawat memastikan klien telah memahami informasi tersebut jika klien menyampaikan gejala awal sindrom kompartemen yang mana?

A. Jari-jari dingin berwarna pucat
B. Jari-jari baal dan kesemutan
C. Nyeri meningkat jika tangan tergantung
D. Nyeri menunjukkan tingkat keparahan fraktur
E. Sianosis

Jawaban : B
Rasional: Gejala awal sindrom kompartemen adalah parastesia (Baal dan kesemutan dijari- jemari). Tanda lainnya adanya nyeri yang tidak berkurang dengan opiod, nyeri yang meningkat saat anggita tubuh yang sakit dinaikan, pucat dan dingin di ujung bawah anggota tubuh yang sakit.. Sianosis merupakan gejala lanjut. Nyeri yang menunjukkan kepatahan fraktur serta gejala lain yang berhubungan dengan nyeri bukan merupakan gejala awal.
Strategi Mengerjakan Soal: Perahtikan kata penanda “Gejala awal” Mengetahui bahwa sindrom kompartemen khas terjadi akibat sirkulasi yang tidak adekuat dan iskemia karena
tekanan akan menunjukkan anda jawaban yang tepat
Review: Manifestasi awal sindrom kompartemen
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aktivitas dan istrahat
Sistem Tubuh: Muskuluskeletal
Daftar pustaka: Ignatavicius, Workman (2013), p. 1145-1146



3. Seorang laki-laki 53 tahun, berprofesi sebagai guru SD. Setahun yang lalu istrinya
meninggal dunia. Sejak saat itu sering terlihat murung dan menyendiri hingga suatu hari terkena serangan stroke, fungsi ginjal juga terganggu. Saat perawat berkunjung tekanan darah klien 160/100 mmHg, sering menangis di sela-sela pengkajian. Menurut keterangan anak dan menantunya, klien memang sering menangis jika ingat istrinya.Instrumen pengkajian apa yang sebaiknya digunakan perawat sesuai kondisi di atas?

a. Short Portable Mental Status Questioner (SPSMQ)
b. Mini Mental Status Exam (MMSE)
c. Geriatric Depression Scale (GDS)
d. Barthel Index
e. Katz Index

Jawaban c. Geriatric Depression Scale (GDS)



4. Hasil pengkajian yang dilakukan di sebuah sekolah didapatkan hasil: angka absensi karena sakit 37%, 63% siswa tidak mencuci tangan menggunakan sabun, pertumbuhan siswa tidak sesuai dengan golongan usia 44%, 83% siswa tidak mengkonsumsi buah dan sayur sesuai porsi yang dianjurkan, 42% siswa tidak melakukan aktifitas fisik, hasil pengamatan banyak siswa yang membeli jajanan tidak sehat.Apa intervensi
keperawatan yang tepat dilakukan pada kondisi di atas?

a. Membentuk dokter kecil
b. Mengadakan senam massal
c. Mengadakan demonstrasi CTPS
d. Membangun sarana mencuci tangan
e. Memberikan pendidikan kesehatan jajanan sehat

Jawaban e. Memberikan pendidikan kesehatan jajanan sehat



5. Hasil pengkajian yang dilakukan di sebuah sekolah dasar didapatkan hasil: angka absensi karena sakit 37%, 63% siswa tidak mencuci tangan menggunakan sabun, pertumbuhan siswa tidak sesuai dengan golongan usia 44%, 83% siswa tidak mengkonsumsi buah dan sayur sesuai porsi yang dianjurkan, 42% siswa tidak melakukan aktifitas fisik, hasil pengamatan banyak siswa yang membeli jajanan tidak sehat.Apa media yang tepat digunakan untuk memberikan promosi kesehatan pada
kondisi di atas?

a. Poster
b. Leaflet
c. Flip chart
d. Buku modul materi
e. Permainan ular tangga

Jawaban e. Permainan ular tangga



6. Seorang perempuan 78 tahun tinggal bersama anak perempuan dan seorang cucu yang berusia 20 tahun. Hasil pengkajian klien merasa sedih karena cucunya sudah sebulan tidak pulang dan tidak ada kabar. Anaknya mengalami retardasi mental, sudah lama berpisah dengan suaminya. Klien tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa.Apa penyebab terjadinya kenakalan remaja pada keluarga tersebut?

a. Salah pergaulan
b. Terlalu dimanja
c. Kurangnya pengetahuan
d. Harga diri rendah situasional
e. Kurangnya peran ayah/laki-laki

Jawaban e. Kurangnya peran ayah/laki-laki


7. Kelompok masyarakat di RT. 01 mengeluhkan banyaknya kejadian diare pada anak- anak yang tejadi dalam setahun terakhir. Mereka memasak semua air dan makanan yang dikonsumsi hingga matang. Selain lingkungan fisik, pengkajian juga perlu dilakukan pada perilaku hidup bersih dan sehat yang menjadi kebiasaan masyarakat
sekitar. Apakah fokus pengkajian PHBS yang perlu ditanyakan untuk mengetahui penyebab masalah di atas ?

a. Pola konsumsi lauk
b. Olah raga setiap hari
c. Konsumsi buah dan sayur
d. Pemanfaatan pelayanan kesehatan
e. Kebiasaan mencuci tangan pakai sabun

Jawaban e. Kebiasaan mencuci tangan pakai sabun




Sumber :Perawat IndonesiaKumpulan UKOM,  KBS UKOM Keperawatan D3 & Ners Indonesia,

Semoga Artikel Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan pdf part 121 ini dapat bermanfaat bagi kita semua, dan  kami do'a kan yang belajar soal-soal Uji Kompetensi (UKOM) disini ketika menghadapi UKOM sesunggunya dapat LULUS semua, aamiin.

Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan S1

Berikut ini adalah Latihan Uji Kompetensi Perawat (UKOM) bagian ke 120 beserta kunci jawabannya serta pembahasannya


Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan S1
soal UKOM D3 & Ners

Uji Kompetensi Keperawatan Indonesia


Dibawah ini terdapat 8 buah contoh soal uji kompetensi (UKOM) Keperawatan Lengkap dengan kunci jawabannya


1..Seorang wanita berusia 55 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan diagnosa medis diabetes mellitus. Saat pengkajian didapatkan keluar banyak keringat, tremor dan mual muntah, dengan Indeks massa tubuh 17. Hasil pemeriksaan didapatkan GDS 50 mg/dl.
Apakah Masalah keperawatan pada kasus di atas ?

a. Penurunan curah jantung
b. Peningkatan suhu tubuh
c. Resiko kekurangan volume cairan
d. Perubahan perfusi jaringan serebral
e. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan

Jawaban e. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan



2. Seorang wanita berusia 34 tahun, BB 60 Kg tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan diagnosa medis diabetes mellitus. Saat pengkajian didapatkan penurunan kesadaran secara tiba-tiba saat istirahat, berkeringat. Hasil pemeriksaan didapatkan pernafasan lambat, nadi dalam dan lemah, tekanan darah 90/70 mmHg, suhu 37 C. GDS 30 mg/dl.
Berapakah IWL (Insensible Water Loss)?

a. 15 cc/jam
b. 20 cc/jam
c. 25 cc/jam
d. 30 cc/jam
e. 35 cc/jam

Jawaban c. 25 cc/jam



3. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke poli klinik penyakit dalam dengan keluhan utama luka pada tumit. Lama luka kurang lebih 2 bulan. Klien menyatakan memiliki riwayat
penyakit diabetes mellitus sudah 10 tahun. Apakah pengkajian selanjutnya yang harus dilakukan oleh perawat?

a. Kaji tipe DM
b. Kaji kondisi luka
c. Kaji penyebab luka
d. Kaji lamanya menderita DM
e. Kaji terapi DM yang didapat

Jawaban e. Kaji terapi DM yang didapat



4. Pak tuah umur 43 tahun datang ke poli rumah sakit terdekat  rumahnya, dia mengalami nyeri pada hidung sebelah kiri , mengeluarkan lendir, dan terdapat bercak darah  pada hidungnya, klien sering mengalami sesak nafas, pusing dan batuk-batuk  pada malam hari. Hasil pemeriksaan klien didapatkan, RR 25x/ menit, TD  100/ 70 mmhg, Nadi,  89x/ mnt,  diagnosis medis pada tuan tuah adalah sinusitis kronis, sebelumnya, klien pernah menjalankan pengobatan  dipuskesmas  tetapi tidak kunjung sembuh.  Apa tindakan yang tepat untuk pak tuah?
A. Pemberian analgefik spary
B. anjuran untuk pembedahan
C. anjuran untuk di rawat
D. Ajarkan teknik relaksasi
E. Pemberian analgetik oral

Jawaban :B anjurkan untuk pembedahan

Pembahasan:
Tindakan yang tepat untuk pak tuah, yaitu menganjurkan nya melakukan pembedahan karena pak tuah sebelumnya sudah pernah menjalani pengobatan, tetapi tidak kunjung sembuh.



5. Perawat melihat bahwa klien mondar-mandir, gelisah dan menunjukkan tanda-tanda agresif. Pola bicara klien cepat dan afek marah. Berdasarkan hasil observasi ini prioritas apa yang harus
dilakukan oleh perawat?

A. Memberikan lingkungan yang aman bagi klien sendiri dan klien lain yang ada di ruangan
B. Memberikan rasa aman dan nyaman pada klien di ruang rawat
C. Bantu petugas membawa klien pada lingkungan terkontrol
D. Tawarkan klien untuk pindah ke area yang lebih tenang untuk menenangkan klien dan
memudahkan kontrol klien
E. miminta klien untuk menenangkan diri

Jawaban : A
Rasional: Keamanan klien dan klien yang lain adalah prioritas. Pilihan jawaban benar adalah yang memberikan keamanan bagi klien dan klien yang lainnya.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata kunci “prioritas” dan gunakan teori Hirarki kebutuhan Malow untuk menentukan prioritas. Perhatikan kata gelisah, agresif, dan marah.
Keamanan adalah prioritas jika kebutuhan fisiologis tidak ditemukan. Pilihan jawaban yang
benar adalah pilihan dan memberikan keamanan untuk semua.
Review: Intervensi keperawatan untuk memberikan keamanan bagi klien
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Afektif
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial



6. Seorang kepala ruang di bangsal anak sedang melakukan penilaian kinerja terhadap anggotanya. Hasil kinerja menunjukkan tidak ada inisiatif, dan kurang berpikir kritis dalam menganalisis hasil pengkajian dan hanya bekerja sesuai rutinitas yang berjalan. Dari kesimpulan menujukan stagnansi prestasi kerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan.
Apa tindakan prioritas yang dilakukan kepala ruang lakukan dalam kondisi tersebut?

A. Menyiapkan reward bagi perawat dengan kinerja baik
B. Merancang inovasi pelaksanaan asuhan keperawatan
C. Menyusun ulang standar operasional prosedur di ruangan
D. Menyusun standar supervisi yang ideal untuk perawat pelaksana
E. Mengajukan rancangan perubahan aturan insentif perawat kepada manajemen keperawatan RS

Jawaban B. Merancang inovasi pelaksanaan asuhan keperawatan



7. Seorang laki-laki usia 38 tahun selama perawatan memerlukan bantuan minimal dalam tindakan keperawatan dan pengobatan. Klien melakukan aktivitas perawatan diri sendiri secara mandiri biasanya dibutuhkan waktu 1-2 jam dengan waktu rata-rata efektif 1,5
jam/24 jam.
Apakah Kategori keperawatan klien menurut Swanburg dari kasus diatas ?

A. Self-care
B. Minimal care
C. Intermediate care
D. Intensive care
E. Mothfied intensive care

Jawaban A. Self-care



8. Seorang perempuan hamil usia 32 tahun datang ke poli kebidanan dan kandungan untuk periksa kehamilan. Setelah dilakukan pengkajian didapatkan data kehamilan sekarang adalah kehamilan yang ke 4, anak pertama keguguran, anak ke 2 lahir secara normal, anak
ke 3 keguguran juga.
Bagaimana cara penulisan status obstetric pada kasus diatas ?

a. G4P1A2
b. G4P1A1
c. G4P2A1
d. G4P2A2
e. G4P3A1

Jawaban a. G4P1A2




Sumber : KBS UKOM Keperawatan D3 & Ners Indonesia, Perawat IndonesiaKumpulan UKOM

Semoga Artikel Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan S1 ini dapat bermanfaat bagi kita semua, dan  kami do'a kan yang belajar soal-soal Uji Kompetensi (UKOM) disini ketika menghadapi UKOM sesunggunya dapat LULUS semua, aamiin.