Wednesday

Soal Latihan UKOM Perawat Beserta Kunci Jawaban (Update Agustus 2019) Edisi 165

Soal Latihan UKOM Perawat Beserta Kunci Jawaban (Update Agustus 2019) Edisi 165 Edisi Prinsip Etik, Hak Pasien dan Malpraktik Keperawatan


Dibawah ini adalah contoh latihan Soal UKOM Keperawatan D3 & Ners Bagian Edisi Ke dan Kunci Jawaban Disertai Pembahasannya lengkap


Soal Latihan UKOM Perawat Beserta Kunci Jawaban (Update Agustus 2019) Edisi 165
persiapkan diri untuk menghadapi Uji Kompetensi (UKOM) Perawat Periode 3 Oktober 2019

Hai teman-teman semuanya, UKOM perawat Periode 2 2019 sudah berakhir, Selanjutnya akan ada UKOM Perawat Periode 3 yang direncanakan pada bulan Oktober 2019. Nah berikut ini ukom-ners.blogspot.com akan memberikan latihan soal-soal Uji Kompetensi (UKOM) Ners yang terdiri dari 5 buah soal dan jawaban. Selamat belajar yaa


1. Perempuan berusia 35 tahun, dirawat di ruang tenang Rumah Sakit Jiwa. Saat dikaji perawat, pasien masih tampak murung dan sedih, sering menyendiri, tidak mau makan. Dokter memutuskan untuk diberi ECT (Electro Convulsi Therapy) kemudian keluarga diberi informasi singkat oleh dokter. Setelah itu perawat memberikan selembar pernyataan dan memberitahukan keluarga pasien untuk menandatanangani form tersebut.

Prinsip etik apakah yang dilanggar perawat pada kasus di atas?

a. Justice
b. Videlity
c. Veracity
d. Autonomy
e. Beneficience

Jawaban : d. Autonomy
Pembahasan :
  • Dalam kasus diatas, keluarga telah diberikan penjelasan mengenai tindakan ECT, manfaat dan kerugiannya. Sehingga Saat ini keluarga harus memtuskan sendiri apakah pasien dilakukan tindakan ECT atau tidak, dalam hal ini merupakan bagian dari prinsip etik Autonomy
  • Prinsip otonomi adalah bentuk respek terhadap seseorang, juga dipandang sebagai persetujuan tidak memaksa dan bertindak secara rasional.



2. Laki-laki berusia 30 tahun dirawat di ruang akut. Saat dikaji pasien tampak agresif, mondar-mandir, dan berteriak-teriak memaki istrinya, kadang membenturkan kepalanya. Melihat perilaku pasien seperti itu, perawat berkonsultasi dengan dokter yang menangani dan memutuskan untuk mengikat/merestrain pasien.

Hak pasien apakah yang seharusnya diperhatikan perawat saat pasien direstrain?

a. Hak terhadap pelayanan sipil
b. Hak terhadap keleluasaan pribadi
c. Hak untuk menjalankan keinginan pasien
d. Hak untuk dikaji kebutuhan pasien secara berkala
e. Hak untuk tidak menjadi subjek terhadap pengekangan mekanik yang tidak diperlukan

Jawaban : d. Hak untuk dikaji kebutuhan pasien secara berkala
Pembahasan :
Untuk mencegah pasien meluai diri, orang lain dan lingkungan maka pasien peru direstrai.
Dalam kasus ini, terdapat 2 Prinsip Etik Keperawatan dan Hak pasien yaitu
  1. Non Maleficience (tidak merugiakan)
    Prinsip ini berarti segala tindakan yang dilakukan pada klien tidak menimbulkan bahaya / cedera secara fisik dan psikologik.
  2. Beneficience (Berbuat Baik)
    Benefisiensi berarti hanya mengerjakan sesuatu yang baik. Kebaikan juga memerlukan pencegahan dari kesalahan atau kejahatan, penghapusan kesalahan atau kejahatan dan peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain. Kadang-kadang dalam situasi pelayanan kesehatan kebaikan menjadi konflik dengan otonomi.



3. Laki-laki berusia 30 tahun dirawat di ruang akut, dan diikat/direstrain. Menurut perawat pasien sudah tenang beberapa hari sebelumnya, namun karena belum bertemu dengan dokter dan belum mendapat perintah untuk melepas restrain, perawat tidak berani membukanya.

Hak pasien apakah yang dilanggar perawat?

a. Hak terhadap pelayanan sipil
b. Hak untuk pemeriksaan psikiatri
c. Hak terhadap keleluasaan pribadi
d. Hak untuk menjalankan keinginan pasien
e. Hak untuk tidak menjadi subjek terhadap pengekangan mekanik yang tidak diperlukan

Jawaban : e. Hak untuk tidak menjadi subjek terhadap pengekangan mekanik yang tidak diperlukan
Pembahasan :
Cukup jelas, penjelasan sama seperti nomor 2



4. Laki-laki berusia 30 tahun, tampak mondar-mandir di jalanan, tidak berpakaian lengkap, berteriak-teriak, dan melempar setiap orang yang lewat.

Apakah hak pasien yang tidak dapat dipenuhi pada kasus di atas?

a. Mendapatkan pengobatan
b. Mendapatkan rumah yang layak
c. Mendapatkan makan dan minum
d. Masuk rumah sakit atas kehendak sendiri
e. Mendapatkan surat keterangan sakit dari rumah sakit

Jawaban : d. Masuk rumah sakit atas kehendak sendiri
Pembahasan :
Cukup jelas, pasien dengan keadaan mondar-mandir di jalanan, tidak berpakaian lengkap, berteriak-teriak, dan melempar setiap orang yang lewat akan membahayakan diri, orang lain dan lingkungannya. Oleh karena itu pasien perlu dirujuk dan dibawa ke Rumah Sakit. Namun dalam keadaan diatas tersebut sebenarnya bertentangan dengan hak otonomi pasien. Dalam kasus tersebut hak otonomi pasien diabaikan demi keselamatan semua orang.



5. Laki-laki dirawat di ruang akut RSJ. Saat dikaji pasien pasien tampak agresif, mondar-mandir, dan berteriak-teriak memaki istrinya, kadang membenturkan kepalanya. Melihat perilaku pasien seperti itu, perawat memutuskan untuk mengikat/merestrain pasien.

Apakah yang harus dilakukan perawat untuk mencegah malpraktik?

a. Melakukan operan dengan perawat kalau ada kondisi gawat
b. Mencatat semua tindakan yang dilakukan perawat
c. Melakukan tindakan sesuai perintah dokter
d. Langsung berkonsultasi dengan pengacara
e. Melakukan tindakan kalau diperlukan

Jawaban : b. Mencatat semua tindakan yang dilakukan perawat
Pembahasan :
Berikut ini 6 upaya pencegahan terjadinya malpraktik tindakan keperawatan
  1. Tidak menjanjikan atau memberi garansi akan keberhasilan upayanya, karena perjanjian berbentuk daya upaya (inspaning verbintenis) bukan perjanjian akan berhasil (resultaat verbintenis).
  2. Sebelum melakukan intervensi agar selalu dilakukan informed consent.
  3. Mencatat semua tindakan yang dilakukan dalam rekam medis.
  4. Apabila terjadi keragu-raguan, konsultasikan kepada senior atau dokter.
  5. Memperlakukan pasien secara manusiawi dengan memperhatikan segala kebutuhannya.
  6. Menjalin komunikasi yang baik dengan pasien, keluarga dan masyarakat sekitarnya.



Demikianlah artikel dari ukom-ners.blogspot.com diatas dengan judul Soal Latihan UKOM Perawat Beserta Kunci Jawaban (Update Agustus 2019) Edisi 165. Semoga apa yang telah kami berikan dan sajikan untuk teman-teamn semuanya dapat bermanfaat dan berguna. Terimakasih atas kunjungany teman-teman semuanya, jangan lupa share link kami dan ajak teman-teman perawat lainnya belajar dan berlatih soal-soal UKOM dari sini yang telah kami berikan ribuan soal-soal latihan Uji Kompetensi. Sampai jumpa lagi yaa.

Thursday

Soal Uji Kompetensi Perawat (Bidang Maternitas) Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan Edisi 164

Soal Uji Kompetensi Perawat (Bidang Maternitas) Beserta Kunci Jawaban dan Rasional Edisi 164


Dibawah ini adalah contoh latihan Soal UKOM Keperawatan D3 & Ners Bagian Edisi Ke 164 dan Kunci Jawaban Disertai Pembahasannya lengkap


Soal Uji Kompetensi Perawat (Bidang Maternitas) Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan Edisi 164

Halo teman-teman sahabat ukom-ners.blogspot.com semuanya, kali ni adalah spesial halaman yang membahas mengenai contoh latihan soal Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan D3 dan Ners yang tentang Soal Maternitas. Dan kami sajikan 5 buah soal beserta kunci jawabannya. Selamat belajar yaa


1. Seorang perempuan umur 22 tahun hamil pertama kali datang diantar suaminya ke Rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kehamilannya. Pasien mengatakan sudah tidak mengalami haid sejak beberapa bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD : 120/80 mmHg. BB : 60 kg,TB : 158 cm, hasil pemeriksaan palpasi tinggi fundus uteri 24 cm

Manakah metode yang saudara gunakan pada pemeriksaan palpasi abdomen untuk menentukan umur kehamilan tersebut ?

a. Leopold I
b. Leopold II
c. Leopold III
d. Leopold IV
e. Mc. Donald

Jawaban : e. Mc. Donald
Pembahasan :
Cara mengukur TFU dengan teknik McDonald adalah dengan menghitung jarak dari simfisis pubis hingga ke fundus uteri dan sebaliknya dengan menggunakan alat ukur pita ukur.

Pengukuran usia kehamilan menggunakan metode TFU dengan teknik McDonald biasanya dilakukan pada saat usia kehamilan mencapai 22 minggu.

Cara pemeriksaan ;
  1. Pemeriksaan berdiri disebelah kanan ibu
  2. Ibu hamil berbaring dengan diganjal bantal di bagian punggung bawah
  3. Meteran didekatkan sehingga mudah mengambil waktu pemeriksaan
  4. Tangan kiri dan tangan kanan menentukan bagian fundus uterus berada di tengah abdomen 
  5. Setelah fundus uteri diposisikan tepat ditengah abdomen tangan kiri menahan  fundus uteri tangan kanan menempelkan meteran yang terbalik tepat ditengah, mulai dari fundus uteri sampai tepi atas tulang simfisis pubis, atau mulai dari tepi atas tulang simfisis pubis samapai fundus uteri
  6. Mengangkat meteran dan membalik, kemudian membaca hasil pengukuran 
  7. Menggulung pita meteran dengan rapi dan menempelkan pada tempatnya
  8. Mencari hasil pemeriksaan pada status ibu. 
Rumus McDonald:
  1. Usia kehamilan dalam minggu = Tinggi fundus uteri (cm) x 8/7
  2. Usia kehamilan dalam bulan = Tinggi fundus uteri (cm) x 2/7



2. Seorang perempuan umur 25 tahun, status obstetric G3P210 hamil 34 minggu, melakukan kunjungan ke poliklinik. Kepada Anda yang memeriksanya ibu mengeluhkan adanya bengkak yang terjadi pada kedua tungkainya.

Apakah yang harus anda kaji terhadap pasien tersebut ?

a. Menganjurkan membatasi konsumsi garam
b. Mengkaji proses terjadinya udem
c. Menganjurkan banyak istirahat
d. Melakukan tes reflex hammer
e. Mengukur tekanan darah

Jawaban : b. Mengkaji proses terjadinya udem
Pembahasan :
Pengkajian dan pemeriksaan oedema pada pasien diatas sangat penting untuk mengetahui apakah pasien mengalami tanda-tanda preeklamsia, sehingga dapat dilakukan tindak lanjut yang harus perawat bersama tim medis lain



3. Seorang pasien perempuan umur 26 tahun, status obstetrik G1P0A0 melakukan kunjungan ulang ke poliklinik kebidanan untuk memeriksakan kehamilannya. Pasien mengatakan HPHT-nya tanggal 11 September 2019, Anda memeriksa pasien tersebut pada tanggal 8 Januari 2020.

Tanggal berapakah taksiran persalinan pasien tersebut ?

a. 17 Mei 2020
b. 18 Juni 2020
c. 19 Juni 2020
d. 20 Juni 2020
d. 21 Juni 2020

Jawaban : b. 18 Juni 2020
Pembahasan :

Rumus Taksiran Kelahiran dengan metode HPHT :
  1. HPHT bulan Januari sd Maret
    Tanggal + 7, Bulan + 9, Tahun + 0
  2. HPHT bulan april sd desember
    Tanggal + 7, Bulan – 3, Tahun + 0
Dalam kasus diatas didapatkan data
HPHT = 11 September 2019
Sehingga didapatkan, hari (11 + 7 = 18), bulan (9 +9 = 18 bulan atau 1 tahun 6 bulan ) = 18 Juni 2020



4. Seorang perempuan umur 26 tahun, status obstetrik G1P0A0 melakukan kunjungan ulang ke poliklinik kebidanan untuk memeriksakan kehamilannya. Pasien mengatakan HPHT-nya tanggal 11 September 2019, Anda memeriksa pasien tersebut pada tanggal 18 Mei 2020.

Apabila kehamilannya berlangsung normal ketidaknyamanan apakah yang mungkin menjadi masalah utama pasien pada umur kehamilannya saat itu?

a. Gangguan rasa nyaman: nyeri punggung
b. Gangguan nutrisi: kurang dari kebutuhan
c. Gangguan pola eliminasi BAB
d. Mual dan muntah di pagi hari
e. Koping tidak efektif

Jawaban : a. Gangguan rasa nyaman: nyeri punggung
Pembahasan :
Usia kehamilan pasien yaitu 8 bulan 7 hari, Pasien telah masuk trimester 3 kehamilan, sehingga diagnosa keperawatan disuia 8 bulan tersebut yang sering muncul adalah Gangguan rasa nyaman: nyeri punggung



5. Seorang perempuan umur 26 tahun, status obstetrik G1P0A0, HPHT tanggal 17 Desember 2018. Anda memeriksa pasien tersebut pada tanggal 24 Agustus 2019. Hasil pemeriksaan fisik TFU 3 jari bawah px, letak-kepala, punggung kiri.

Apakah pendidikan kesehatan yang dapat diberikan untuk meningkatkan kenyamanan pasien pada umur kehamilannya saat itu?

a. Melakukan kompres panas dan dingin bergantian pada payudara
b. Mengurangi konsumsi garam pada makanannya
c. Minum air putih sekitar dua liter per hari
d. Tidak minum teh dan kopi
e. Tidur miring kiri

Jawaban : e. Tidur miring kiri
Pembahasan :
Tidur miring ke kiri adalah posisi terbaik untuk ibu hamil. Posisi ini merupakan posisi terbaik untuk mengalirkan darah dan nutrisi kepada bayi. Di saat sama, posisi ini membuat pasien terhindar dari perasaan tidak nyaman karena perut yang semakin besar.



Demikianlah artikel dari kami ini yang singkat, padat dan jelas yang berjudul Soal Uji Kompetensi Perawat (Bidang Maternitas) Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan Edisi 164. Semoga apa yang telah kami sajikan dan berikan diatas tersebut dapat bermanfaat dan berguna untuk teman-teman semuanya. Terimakasih yaa atas kunjungannya.

Wednesday

Kumpulan Soal UKOM Perawat (KMB, SP Jiwa, EKG, Cairan Elektrolit) Part 163

Kumpulan Soal UKOM Perawat disertai Kunci Jawaban dan Pembahasan (KMB, SP Jiwa, EKG, Cairan Elektrolit) Part 163



Dibawah ini adalah contoh latihan Soal UKOM Keperawatan D3 & Ners Bagian Edisi Ke 163 dan Kunci Jawaban Disertai Pembahasannya lengkap


Kumpulan Soal UKOM Perawat disertai Kunci Jawaban dan Pembahasan (KMB, SP Jiwa, EKG, Cairan Elektrolit) Part 163

Hai teman-teman sahabat ukom-ners.blogspot.com semuanya.Kita masih aktif yaa memberikan contoh latihan soal-soal UKOM untuk teman-teman semuanya. Berikut ini kami sipakna contoh latihan soal UKOM Perawat 5 buah soal disertai kunci jawabannya. Semangat yaa teman-teman semoga dapat lulus ukom 2019 / 2020


1. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dianter ke UGD RS dengan keluhan sulit BAK. Dari pengkajian pasien mengeluh nyeri saat BAK dan urin hanya sedikit keluar, pasien takut untuk bangun; Pasein terlihat meringis dan sering bertanya tentang penyakitnya dan pengobatannya. Pubis teraba keras dan nyeri tekan.

Apaah tindakan keperawatan yang tepat untuk kasus pasien diatas ?

a. menjelaskan tentang penyakitnya
b. beberikan obat analgesik
c. membat mengubah posisi tubuh
d. memberi obat diuretik
e. memasang kateter urin

Jawaban : e. memasang kateter urin
Pembahasan :
Cukup jelas, penyebabb pasien ansietas yaitu terjadinya retensi urin, sehingga tindakana pertama yang herus dilakukan yaitu segera mengeluarkan urin dengan memasang kateter



2. Seorang perempuan berusia 23 tahun dirawat di Rumah sakit jiwa 2 Minggu yang lalu. Pasien tampak rapi dan bersih, rambut tersisir dan diikat, baju bersih dan tidak bau. Hari ini perawat ingin mengajarkan cara pemenuhan nutrisi dan cairan dengan benar. Dan pasien sangat kooperatif dengan kedatangan perawat.

Berdasarkan kasus diatas, strategi pelaksanaan berapakah yang diajarkan perawat kepada pasien tersebut ?
A. SP 1
B. SP 2
C. SP 3
D. SP 4
E. SP 5

Jawaban : C. SP 3
Pembahasan :
SP Pasien Defisit Perawatan Diri
  1. Strategi Pelaksanaan 1 (SP1):
    1. Menjelaskan pentingnya kebersihan diri.
    2. Menjelaskan cara menjaga kebersihan diri.
    3. Menbantu  klien  mempraktekkan  cara  menjaga  kebersihan diri.
    4. Menganjurkan  klien  memasukkan  dalam  jadwal  kegiatan harian. 
    Untuk  melatih  klien  dalam  menjaga  kebersihan  diri  dapat melakukan tahapan tindakan yang meliputi:
    1. Menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri.
    2. Menjelaskan alat-alat untuk menjaga kebersihan diri.
    3. Menjelaskan cara-cara melakukan kebersihan diri
    4. Melatih klien mempraktekkan cara menjaga kebersihan diri.

  2. Strategi Pelaksanaan 2 (SP2):
    1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien.
    2. Menjelaskan cara berdandan.
    3. Membantu klien mempraktekkan cara berdandan.
    4. Menganjurkan klien  memasukkan dalam jadwal  kegiatan harian.
    Tindakan melatih klien berdandan/berhias:
    1. Klien laki-laki harus dibedakan dengan wanita. Untuk klien laki-laki latihan meliputi: Berpakaian,  menyisir rambut, bercukur. Untuk klien wanita latihan meliputi: Berpakaian, menyisir rambut, berhias.

  3. Strategi Pelaksanaan 3 (SP3):
    1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien.
    2. Menjelaskan cara makan yang baik.
    3. Membantu klien mempraktekkan cara makan yang baik.
    4. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan. 
    Untuk melatih klien dapat melakukan tahapan sebagai berikut:
    1. Menjelaskan cara mempersiapkan makan.
    2. Menjelaskan cara makan yang tertib.
    3. Menjelaskan cara  merapikan peralatan makan setelah makan.
    4. Praktek makan sesuai dengan tahapan makan yang baik.

  4. Strategi Pelaksanaan 4 (SP4):
    1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien.
    2. Menjelaskan cara eliminasi yang baik
    3. Membantu klien mempraktekkan cara eliminasi yang baik dan memasukkan dalam jadwal.
    4. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
    Melatih klien BAB dan BAK secara mandiri sesuai tahapan berikut:
    1. Menjelaskan tempat BAB/BAK.
    2. Menjelaskan cara membersihkan diri setelah BAB dan BAK.
    3. Menjelaskan cara membersihkan tempat BAB dan BAK. 



3. Seorang perempuan berusia 50 tahun dirawat di CVCU. Pasien terpasag monitor. Saat ini terjadi perubahan pada EKG pasien, gelombang P hilang dan kompleks QRS melebar dan irama ventrikular teratur naun melebihi 140 bpm.

Apakah gangguan jantung yang dialami pasien diatas ?

A. Ventrikel fibrilasi
B. PSVT
C. Sinus takikardi
D. Kontraksi Ventikuler Prematur (PVC)
E. Ventrikel takikardi

Jawaban : E. Ventrikel takikardi
Pembahasan :
Lead in:gangguan jantung yang dialami?
Data fokus: perubahan mendadak pada irama jantung. Gelombang p hilang, dan kompleks QRS melebar, dan irama ventrikuler teratur namun melebihi 140 bpm.
Eliminir: abde
Jawaban: E
Rasional: Ventrikuler takidarkia ditandai dengan ketiadaan gelombang P dan pelebaran kompleks QRS (lebih dari 0,12 detik), dan kecepatan jantung meningkat diantara 140 dan 180x/ menit, sedangkan irama jantung teratur.



4. Seoang anak berusia 5 tahun diarawat dengan diagnosa DHF. Pasien diberikan terapi berupa Amoxan 3x125 mg. Jika obat dicampur dengan aquades 4 cc.

Jika perawat menggunakan spuit 3 cc, Berapa cc obat yang harus diberikan kepada anak tersebut

a. 1/2 cc
b. 1 cc
c. 1 1/2 cc
d. 2 cc
e. 2 1/2 cc

Jawaban : E. 2 1/2 cc
Pembahasan :
Karena amoxan 3x123
Di polos 4cc,,
4cc =1000mg
Jika di tarik dgn 3cc=750mg
1cc=250mg
Jika di berikan 125 sekali pemberian,, menjadi 1/2cc



5. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dirawat di ruang ICU menggunakan ventilator, diambil darah AGD nya di dapatkan hasil Ph: 7,44, PO2: 90 mmHg, Pco2 46 mmHg, saturasi O2: 96%, HCO 3: 29 mEq/L , BE +1.

Dari nilai diatas dapat dianalisis bahwa pasien tersebut mengalami gangguan?

a. Asidosis respiratori murni
b. Alkalosis respiratori murni
c. Asidosis respiratori terkompensasi penuh
d. Asidosis respiratori terkompensasi sebagian
e. Alkalosis respiratori terkompensasi sebagian

Jawaban : C. Asidosis respiratori terkompensasi penuh
Pembahasan :
Baca selengkapnya tentang Analisa Gas Darah (AGD)
Lead in: nilai AGD diatas dapat dianalisis bahwa pasien mengalami gangguan?
Data fokus:Ph: 7,44, PO2: 90 mmHg, Pco2 46 mmHg, saturasi O2: 96%, HCO 3: 29 mEq/L , BE +1.
Eliminir: abde
Jawaban: C
Rasional: Ph 7,44 normal, PCO2 & HCO3 tidak normal
Jawabannya asidosis respiratory terkompensasi penuh


Demikianlah artikel singkat dari kami ini yang berjudul yaitu Kumpulan Soal UKOM Perawat (KMB, SP Jiwa, EKG, Cairan Elektrolit) Part 163. Semoga apa yang telah kami berikan dan sajikan utnuk teman-teman sahabat semuanya bermanfaat dan membatu. Terimakasih atas kujungannya, sampai jumpa lagi yaa.

Tuesday

Jadwal Uji Kompetensi D3 Perawat Serta ners Periode Juli 2019

Jadwal Uji Kompetensi D3 Perawat Serta Ners Periode Juli 2019


Halo teman-teman sahabat perawatkitasatu.com semuanya. Akhirnya pada tanggal 14 Mei 2019 kelluarjuga jadwal UKOM Keperawatan ntuk D3 dan Ners. Berikut ini telah kami siapkan untuk teman-teman semuanya jadwal lengkap Uji Kompetensi (UKOM) D3 Perawat dan Ners periode 2 yaitu Juli 2019 yang berasal dari ristekdikti

Jadwal Uji Kompetensi D3 Perawat Serta ners Periode Juli 2019

Berikut ini surat keputusan Jadwal UKOM Periode 2 Tahun 2019 yang disertai jadwal lengkapnya




Kepada Yth.
  1. Rektor/Direktur/Pimpinan Institusi Pendidikan Tinggi bidang Tenaga Kesehatan;
  2. Koordinator Kopertis Wilayah I – XIV.
Dalam rangka penjaminan mutu dan standardisasi kompentensi lulusan pendidikan Program Diploma III Kebidanan, Diploma III Keperawatan, Pendidikan Profesi Ners, dan Tenaga Kesehatan Lain, maka dilakukan uji kompetensi nasional sebagai bagian dari proses evaluasi pembelajaran yang telah dilaksanakan sejak tahun 2013 dan diatur melalui Permenristekdikti No. 12 tahun 2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan. Sehubungan dengan persiapan pelaksanaan uji kompetensi nasional tahun 2019, mohon Bapak dan Ibu selaku pimpinan institusi untuk memperhatikan dan mempersiapkan hal-hal penting sebagai berikut:
  1. Peserta Uji Kompetensi adalah mahasiswa dan lulusan dari program studi Diploma III Kebidanan, Diploma III Keperawatan, Pendidikan Profesi Ners, dan Tenaga Kesehatan Lain yang memiliki izin penyelenggaraan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang masih berlaku, dengan kriteria sebagai berikut:
    1. Mahasiswa yang telah menyelesaikan proses pendidikan;
    2. Lulusan setelah bulan Agustus 2013 yang sudah memiliki ijazah dari Perguruan Tinggi, namun belum memiliki sertifikat kompetensi atau sertifikat profesi;
    3. Peserta yang tidak lulus uji kompetensi pada periode sebelumnya.

  2. Calon peserta uji kompetensi harus terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti). Untuk itu, pimpinan institusi harus memastikan semua calon peserta uji yang memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud pada klausul 1 (satu) terdaftar pada PD-Dikti.

  3. Pendaftaran calon peserta uji kompetensi dilakukan melalui sistem registrasi online dengan batas waktu 13 - 21 Mei 2019 dan alamat laman sebagai berikut:
    1. Uji kompetensi DIII Kebidanan: ukbidan.ristekdikti.go.id
    2. Uji kompetensi DIII Keperawatan: ukperawat.ristekdikti.go.id
    3. Uji kompetensiPendidikan Profesi Ners: ukners.ristekdikti.go.id
    4. Uji kompetensi Tenaga Kesehatan Lain: uknakes.ristekdikti.go.id

  4. Uji kompetensi nasional diselenggarakan oleh panitia nasional sesuai dengan Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No 42/M/KPT/2018 tentang Panitia Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Keperawatan dan Pendidikan Kebidananpada periode sebagai berikut:
    Program Studi
    Waktu Pelaksanaan Periode II
    Pendidikan Profesi Ners
    20 Juli 2019
    DIII Keperawatan
    03 Agustus 2019
    DIII Kebidanan
    27 Juli 2019
    Tenaga Kesehatan Lain
    24-25 Agustus 2019

  5. Biaya pelaksanaan uji kompetensi sesuai dengan Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 307/M/Kp/IV/2015 tentang Satuan Biaya Penyelenggaraan Uji Kompetensi Program Diploma III Kebidanan, Diploma III Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners adalah sebagai berikut:
    1. Program studi dengan metode uji dengan Paper Based Test (PBT) sebesar Rp 225.000,- (dua ratus dua puluh lima ribu rupiah)
    2. Program studi dengan metode uji dengan Computer Based Test (CBT) sebesar Rp 275.000,- (dua ratus tujuh puluh lima ribu rupiah).

  6. Biaya pelaksanaan uji kompetensi dibayarkan menggunakan Virtual Account (VA) yang tersedia dalam sistem Registrasi Online(ROL)

  7. Biaya pelaksanaan uji kompetensi sebagaimana dimaksud pada klausul 5 merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang penggunaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Sumber : ristekdikti.go.id dan telah disempurnakan oleh www.perawatkitasatu.com

Jika dari tema-teman ingin mencari referensi pembelajaran latihan soal silahkan baca dari situs website ini ataupun dari situs website lainnya yang kami rekomendasikan seperti dibawah ini :
Dari keempat blog diatas merupakan wadah terbesar kumpulan soal Uji Kompetensi Keperawatan yang kami rekomendasikan karena membuat ribuan contoh soal UKOM Keperawatan disertai Kunci Jawaban dan Pembahasan Edisi Tahun 2019/2020

Demikianlah artikel kami ini, semoga Jadwal Uji Kompetensi D3 Perawat Serta ners Periode Juli 2019 dapat membatu teman-teman semuanya dan dapat mempersiapkan diri menghadai Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan semaksimal mungkin. Semangat teman-teman semuanya.

Sunday

Contoh Soal UKOM Perawat (Maternitas dan GADAR) Part 161

Contoh Soal UKOM Perawat (Maternitas dan GADAR) Part 161


Dibawah ini adalah contoh latihan Soal UKOM Keperawatan D3 & Ners Bagian Edisi Ke 161 dan Kunci Jawaban Disertai Pembahasannya lengkap


Contoh Soal UKOM Perawat (Maternitas dan GADAR) Part 161

Haloo teman-teman sahabat semuanya, berikut ini telah kami siapkan utnuk teman-teman semuanya contoh latihan soal UjiKompetensi Keperawatan yang disertai jawabannya. Semangat yaa karena UKOM akan segera dilakusanakan kembali dengan sistem Exit Exam.


1. Seorang wanita berusia 32 tahun dengan G0 P0A0 kehamilan usia 39 minggu datang ke Poned bersalin dengan keadaan mules pada perut. Hasil pengkajian didapatkan pembukaan serviks 10 cm, ketuban utuh, kepala tampak di vulva, HIS 4x10 menit dengan durasi 40 detik. Hasil TTV didapatkan TD=120/80 mmHg, N=88 x/menit, RR=20 x/menit, T=38 derajat celsius.

Apakah tindakan selanjutnya yang dilakukan perawat ?

a. lakukan pengeluaran bahu
b. lakukan amniotomi
c. persiapakn partus
d. tunggu putaran paksi luar
e. sokong perineum dengan kain steril

Jawaban : e. sokong perineum dengan kain steril
Pembahasan :
  • Pembukaan serviks saat ditusuk 10 cm. Mksd sy, saat di VT udh 10 cm sementara, ketubah masih utuh. Jadi lakukan dulu amniotomi supaya licin dan kepala lebih mudah keluar.



2. Seorang wanita berusia 29 tahun dibawa ke IGD Gawat Darurat dengan kondisi penurunan kesadaran akibat kecelakaan lalu lintas sekitar 20 menit yang lalu. Hasil pengkajian didapatkan pasien cedera dikepala, mukosa bibir sianosis, gelisah, nafas gurgling, dan perdarahan di telapak kaki serta tangan tangan. Hasil pemeriksaan lainnya didapatkan GCS 4, CRT >3detik, TD=110/60 mmHg, N=99x/menit, RR=11 x/menit dan T=36,2 derajat celsius.

Apakah masalah keperawatan yang paling prioritas dalam kasus diatas ?

a. Risiko ketidakseimbangan cairan
b. resiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral
c. bersihan jalan nafas tidak efektif
d. kerusakan integritas kulit
e. perusi perifer tidak efektif

Jawaban : c. bersihan jalan nafas tidak efektif
Pembahasan :
  • terdengr bunyi nafas gurgling, Jadi harus patenkan jalan napas dahulu
  • Airway >Breathing  > circulation



3. Seorang perempuan berusia 24 tahun dilarikan ke IGD Rumah Sakit dengan kondisi mengalami perdarahan akibat kecelakaan bermotor. Hasil pemeriksaan didapatkan fisik terdapat luka terbuka dibagian abdomen serta paha kiri yang disertai perdarahan masif, akral teraba dingin. Pemeriksaan TTV didapatkan TD=90/60 mmHg, RR=26 x/menit, N=115 x/menit, T=36,5 derajat celsius. Perawat telah melakukan penutupan luka dengan cara bebat.

Apakah tindakan prioritas selanjutnya yang harus dilakukan perawat dalam kasus diatas ?

a. memasang infus 2 line kocor
b. melakukan heacting pada luka
c. mengangkat kaki lebih lebih tinggi dari kepala
d. memasang bidai
e. memberikan O2 tambahan

Jawaban : a. memasang infus 2 line kocor
Pembahasan :
Perhatian tanda-tanda sirkulasi pasien diatas, terdapat luka terbuka dibagian abdomen serta paha kiri yang disertai perdarahan masif, akral teraba dingin, TD=90/60 mmHg, RR=26 x/menit, N=115 x/menit.
Dari data diatas sudah jelas bahwa diagnosa keperawatan pasien yaitu Perdarahan, sehingga intervensi keperawatan perdarahan yang dapat dilakukan yaitu melakukan kolaborasi pemberian cairan infus 2 line



4. Seorang laki-laki berusia 75 tahun dirawat di ruang CVCU RS dengan diagnosa medis Gagal Jantung Kronis. Dari pengkajian didapatkan edema ekstermitas, Retensi Urine, Distensi Vena Jugularis, asites, dan kelemahan. Hasil pemeriksaan lainnya didapatkan T=150/90 mmHg, N=74 x/menit, RR=22 x/menit, SPO2 = 96%.

Apakah intervensi keperawatan yang tepat untuk kasus diatas ?

a. Tinggikan kaki pasien sekitar 20 derajat
b. Kolaborasi pemberian O2
c. Batasi akitvitas pasien
d. Batasi intake cairan pasien
e. Moitor balance cairan

Jawaban : d. Batasi intake cairan pasien
Pembahasan :
Cukup jelas, dari data didapatkan edema ekstermitas, Retensi Urine, Distensi Vena Jugularis, asites dan T=150/90 mmHg. Dari data diatas dapat ditegakkan diagnosa keperawatan yaitu Kelebihn volume cairan, sehingga intervensi keperawatan Kelebihn volume cairan yang tepat yaitu dengan melakukan pembatasan intake cairan pasien.



5. Seorang perempuan berusia 30 tahun dengan G1P1A0 post SC hari ke 3. Saat ini dirawat dan mengeluh nyeri dikedua payudaranya. Hasil pengkajian didapatkan payudara tampak bengkak, keras,dan  hangat. Hasil pemeriksaan TTV didapatkan TD= 120x/menit, T=98,5 derajat celsius, RR=22 x/menit, N=78 x/menit. Pasien mengatakan ia takut untuk bergerak karena jahitannya baru beberapa hari.

Apakah intervensi keperawatan yang dapat dilakukan dalam kasus diatas ?

a. Berikan kompres hangat dan dingin bergantian
b. Anjurkn pasien memeras ASInya
c. Anjurkan teknik relaksasi nafas dalam
d. Lakukan Massase dikedua payudara
e. Anjurkan ibubanyak makan

Jawaban ; a. Berikan kompres hangat dan dingin bergantian
Pembahasan :
Pemberian kompres hangat akan membuat nyaman ibu sehingga ibu tidak cemas lagi ketika memberikan ASInya kepada bayi. Pembengkakan pada payudara merupakan hal yang normal terjadi pada ibu yang pertama kali melahirkan, dan hal yang dapat dilakukan selain pemberian komres hangat yaitu dengan tetap memberikan ASI serta massage untuk kelancaran pengeluaran ASI ibu.




Demikianlah artikel kami dri ukom-ners.blogspot.com yang berjudul Contoh Soal UKOM Perawat (Maternitas dan GADAR) Part 161. Semoga apa yang telah kami berikan dan sajikan diatas dapat bemanfaat dan berguna bagi teman-teman semuanya. Terimakasih atas kunjungannya.

Contoh Uji Kompetensi (UKOM) Gawat Darurat (Gadar) Perawat Tahun 2019 / 2020 Part 160

Contoh Uji Kompetensi (UKOM) Gawat Darurat (Gadar) Perawat Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan Tahun 2019 / 2020 Part 160


Dibawah ini adalah contoh latihan Soal UKOM Keperawatan D3 & Ners Bagian Edisi Ke dan Kunci Jawaban Disertai Pembahasannya lengkap

Contoh Uji Kompetensi (UKOM) Gawat Darurat (Gadar) Perawat Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan Tahun 2019 / 2020 Part 160

Hai teman-teman semuanya, berikut ini ukom-ners.blogspot.com akan menyaikan latihan soal UKOM Gadaar Perawat yang disertai kunci jawaban dan pembahasannya. Selamat belajar yaa


1. Seorang perempuan bernama Mr.Y berusia 29 tahun diantar ke UGD karena mengalami luka bakar serius sejak 1 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan didapatkan luka bakar pada seluruh kepala, wajah, leher , dada, punggung atas, perut dan paha kanan. Ketika ditanya BB = 60 kg. Perawat berencana menggunakan formula Baxter untuk pemenuhan kebutuhan cairan pasien.

Berapa teteskah cairan permenit yang harus diberikan dalam 8 jam pertama ?

a. 235 tetes/menit
b. 343 tetes/menit
c. 252 tetes/menit
d. 257 tetes/menit
e. 263 tetes/menit

Jawaban : A. 235 tetes/menit
Pembahasan :
Li : tpm
Best answer: A
9+9+9+9+9
Leher,wajah,kepala = 9
Punggung atas: 9
Paha kiri= 9
Perut =9
Dada = 9
Hasil 45%
Df total lb 45%
Total cairan dlm 8 jam yaitu 5400
Di df ada ket. Lb sejak 1 jam yg lalu
Jadi perhitungannya :
4x45x60 = 10800 :2=5400
5400:500x7x3.4= 257 tpm



2. Seorang perempuan bernama Ny.S berusia 25 tahun diantar ke IGD karena mengalami penurunan kesadaran akibat jatuh dari pohon kelapa yang tinggi. Kejadian dialami sekitar 12 menit yang lalu. Hasil pengkajian perawat didapatkan pernafasan yang tersengal-sengal, tampak gerakan intercosta, terdapat jejas dileher, luka terbuka dikepala. Perawat memeriksa GCS didapatkan = 5, CRT > 2 detik. Pasien saat ini tampak sianosis yang disertai rinorhea. TTVdidapatkan TD=100/60 x/menit, T=36,2 derajat celsius, N = 125 x/menit RR = 7 x/menit

Apakah tindakan awal yang harus dilakukan pada kasus diatas ?

a. melakkan jaw trust
b. memberikan O2
c. memasang infus
d. memasang nec collar
e. mengontrol perdarahan

Jawaban : D. memasang nec collar
Pembahasan :
Lead in: tndkn awal
Df: pernafasan tersengal sengal, nampak gerakan intercostal, jejas pada leher,
Eliminasi : A,B,C,E
Ba : D
Answer. Memasang Neck Collar (Karena ini adalah point Danger atau amankan servikal)



3. Seorang perempuan yang berusia berusia 25 tahun dibawa ke IGD RS dengan keadaan terjadi penurunan kesadaran sekitar 7 menit yang lalu akibat Kecelakaan bermotor. GCS = 3, arteri kartotis tidak teraba, tidak pernafasan tidak ada, terlihat sianosis, fraktur terbuka di 1/3 femur sinistra. Perawat saat ini melakukan resusitasi jantung paru selama 2 menit. Setelah dilakukan evaluasi didapatkan nadi teraba, jalan nafas paten, nafas gasping dengan RR = 4 x/menit

Apakah tindakan keperawatan selanjutnya dalam kasus diatas ?

a. memberikan nafas buatan 10 x/menit
b. memasang bidai
c. memberikan recovery position
d. memasang infus 2 line kocor
e. memberikan kompresi 30 kali

Jawaban : A. memberikan nafas buatan 10 x/menit
Pembahasan :
Nafas gasing merupakan nafas yang dangkal dan pendek adalah awal mula untuk melakukan pernafasan secara spontan, sehingga masih perlu dilakukan tindakan ventilasi sebanyak 10 x/menit sampai terjadi pernafasan yang paten



4. Seorang perempuan yang berusia berusia 25 tahun dibawa ke IGD RS dengan keadaan terjadi penurunan kesadaran sekitar 7 menit yang lalu akibat Kecelakaan bermotor. GCS = 3, arteri kartotis tidak teraba, tidak pernafasan tidak ada, terlihat sianosis, fraktur terbuka di 1/3 femur sinistra. Perawat saat ini melakukan resusitasi jantung paru selama 2 menit. Setelah dilakukan evaluasi didapatkan nadi belum terasa denyutannya

Apakah tindakan keperawatan selanjutnya dalam kasus diatas ?

a. memberikan nafas buatan 10 x/menit
b. memasang bidai
c. memberikan recovery position
d. memasang infus 2 line kocor
e. memberikan kompresi 30 kali

Jawaban : E. memberikan kompresi 30 kali
Pembahasan :
Kata kunci : Setelah dilakukan evaluasi didapatkan nadi belum terasa denyutannya



5. Seorang perempuan yang berusia berusia 25 tahun dibawa ke IGD RS dengan keadaan terjadi penurunan kesadaran sekitar 7 menit yang lalu akibat Kecelakaan bermotor. GCS = 3, arteri kartotis tidak teraba, tidak pernafasan tidak ada, terlihat sianosis, fraktur terbuka di 1/3 femur sinistra. Perawat saat ini melakukan resusitasi jantung paru selama 2 menit. Setelah dilakukan evaluasi didapatkan nadi 60 x/menit, jalan nafas paten, RR = 10 x/menit

Apakah tindakan keperawatan selanjutnya dalam kasus diatas ?

a. memberikan nafas buatan 10 x/menit
b. memasang bidai
c. memberikan recovery position
d. memasang infus 2 line kocor
e. memberikan kompresi 30 kali

Jawaban : C. memberikan recovery position
Pembahasan :
Kata Kunci : Setelah dilakukan evaluasi didapatkan nadi 60 x/menit, jalan nafas paten, RR = 10 x/menit0
Note : RR dan Nadi yang rendah merupakan hal yang normal terjadi pada pasien yang berhasil dilakukan resusitasi, hal yang berlu dilakukan selanjutnya yaitu mempertahankan posisi yang aman dan pemberian bantuan nafas dengan oksigen serta pemberian cairan 2 line




Demikianlah artikel kami ini dari ukom ners dengan judul yaitu Contoh Uji Kompetensi (UKOM) Gawat Darurat (Gadar) Perawat Tahun 2019 / 2020 Part 160. Semoga apa yang telah kami berikan serta sajikan diatas tersebut dapat bermanfaat dan berguna bagi teman-teman semuanya. Terimakasih atas kunjungannya. Sampai jumpa lagi yaa.

Tuesday

Hasil UKOM Ners Maret 2019

PENGUMUMAN HASIL UJI KOMPETENSI NASIONAL PROFESI NERS PERIODE MARET 2019

PENGUMUMAN HASIL UJI KOMPETENSI NASIONAL PROFESI NERS PERIODE MARET 2019


Bersama ini adalah Lampiran Surat Keputusan Panitia Uji Kompetensi Nasional Program Pendidikan Keperawatan dan Pendidikan Kebidanan periode Maret Tahun 2019 Nomor : 361/PUK-Nas/IV/2019 Tanggal 24 April 2019, tentang Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Ners periode Maret 2019.

Surat Keputusan Nomor : 361/PUK-Nas/IV/2019 Tanggal 24 April 2019

Lampiran Surat Keputusan Nomor : 361/PUK-Nas/IV/2019 Tanggal 24 April 2019

Catatan :
  • Proses percetakan sertifikat kompetensi belum bisa dilakukan sampai ada pemberitahuan berikutnya karena masih dalam proses sinkronisasi dengan sistem ROL

Sekretariat Panitia Uji Kompetensi Ners

Jika anda mengalami masalah dalam menggunakan sistem ini, silahkan kontak kami melalui 

e-mail
  • pnukners@gmail.com
  • cc pnuknakes@ristekdikti.go.id 
Telepon :
  • 081381515876 (WA, Telepon, SMS)

Silahkan Klik disini untuk melihat fullnya :

Sumber : http://ukners.ristekdikti.go.id

Selamat yaa untuk teman-teman semanya yang lulus Uji Kompetensi Ners Periode Maret 2019, dan Tetap semangat bagi teman-teman yang belum beruntung. Terus belajar dari sini yaa karena disini telah banyak sekali latihan soal-soal UKOM untuk teman-teman semuanya Gratiss. Sampai jumpa lagi yaa.